Breaking News:

1.200 Guru di Kabupaten Bangka Disuntik Vaksin Covid-19

Sekitar 1.200 lebih orang guru di wilayah Kabupaten Bangka hari ini, Sabtu (10/04/2021) dijadwalkan melakukan suntik vaksinasi Covid-19

Bangkapos.com/Edwardi
Sekitar 1.200 lebih orang guru di wilayah Kabupaten Bangka hari ini, Sabtu (10/04/2021) dijadwalkan melakukan suntik vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Gedung Sepintu Sedulang Sungailia. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekitar 1.200 lebih orang guru di wilayah Kabupaten Bangka hari ini, Sabtu (10/04/2021) dijadwalkan melakukan suntik vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr Then Suyanti,  Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dr Andri Burrito, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Rozali Romkad, Jubir Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Boy Yandra dan pejabat terkait lainnya.

"Hari ini sebanyak 1.200 lebih guru akan dilaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 dosis pertama di Gedung Sepintu Sedulang dimulai pukul 07.30 WIB sampai selesai," kata Boy Yandra.

Ditambahkannya dalam kegiatan ini Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mengerahkan  ratusan tenaga kesehatan terlibat dalam penyuntikan vaksin Covid-19 ini.

"Kita doakan pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan aman dan lancar, aamiin ," ujar Boy Yandra.

Diungkapkannya, hingga siang ini belum ada guru yang datang kesini menolak untuk divaksin.

"Alhamdulillah semua guru yang datang hadir kesini semuanya menjalani vaksinasi Covid-19 dengan lancar dan belum ada yang menolak," tukas Boy Yandra.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka, Rozali Romkad membenarkan hari ini sebanyak 1.200 lebih guru sekolah di Kabupaten Bangka sudah terdaftar untuk melakukan penyuntikan vaksin Covid-19.

"Mungkin hari ini tidak semuanya bisa hadir karena ada guru yang sedang melakukan tugas lainnya, namun semua guru yang sudah terdaftar harus disuntik vaksin Covid-19 di hari lainnya," kata Rozali Romkad.

Ditegaskannya bagi guru yang menolak untuk divaksin tanpa alasan yang jelas atau bukan karena alasan medis, maka akan diberikan sanksi berupa teguran dan  pemanggilan ke kantor dinas untuk ditanyakan alasannya.

"Sebelumnya kita sudah melakukan rapat dan sosialisasi di korcam-korcam soal pendaftaran dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini, jadi kecil kemungkinan ada guru yang sudah terdaftar lalu menolak melakukan vaksinasi Covid-19 ini," ujar Rozali Romkad.

Dilanjutkannya, sebab para guru ini harus memberikan contoh yang baik untuk membantu memutuskan mata rantai penyebaran penularan wabah Covid-19 ini.

"Semoga kegiatan ini berjalan aman dan lancar," harap Rozali Romkad.

Sementara itu M Rozi, guru SMPN 1 Pemali mengaku siap mengikuti program vaksinasi Covid-19 ini, karena sebelumnya sudah mendaftarkan diri dengan suka rela.

"Kita doakan semoga lancar dan aman, semoga bisa membantu memutuskan mata rantai penyebaran penularan wabah Covid-19 di Kabupaten Bangka, sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah bisa kembali dilaksanakan seperti semula," harap Rozi. (Bangkapos.com /Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved