Breaking News:

Larangan Mudik Berefek Sepi Penumpang, Agen Pelayanan: Jangan Sampai Kargo juga Dilarang

Larangan mudik membuat beberapa agen pelayanan mengalami sepi penumpang dan pendapat menjadi berkurang.

Penulis: Yuranda | Editor: M Ismunadi
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi - Larangan Mudik Berefek Sepi Penumpang, Agen Pelayanan: Jangan Sampai Kargo juga Dilarang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dengan adanya peraturan pemerintah, yang melarang masyarakat untu pulang kampung atau mudik selama libur hari raya Idul Fitri tahun 2021 ini.

Membuat beberapa agen pelayanan mengalami sepi penumpang dan pendapat menjadi berkurang, lantaran tidak bisa mengangkat masyarakat yang ingin pulang kampung.

Kepala Cabang, Pelayaran Bukit Merapen Kapal Roro, Wati, saat dikonfirmasi Bangkapos.com, menyebutkan kalau sampai sekarang, Kantor Kesyahbandaran Otoritas (KSOP) Pelabuhan Pangkalbalam belum melayangkan surat edaran dilarang mudik.

"Iya belum, tapi kami mendapatkan informasi, pemerintah melarang mudik dari tanggal 6 sampai 17 Mei 202. Dengan adanya larangan seperti itu, tetap berefek penumpang," kata Wati.

Namun dia berharap, larangan tersebut hanya diberlakukan untuk mudik saja, jangan diberkukan untuk operasional kargo, sembako akan berkurang.

"Itu larangan untuk mudik saja, ya kan, hanya sebatas, penumpang saja. kalau kargo dilarang beroperasi otomatis barang barang bisa berkurang," ucapnya.

Lanjutnya, larangan tersebut sama halnya pada tahun 2020 lalu, pihaknya tidak bisa mengangkut penumpang, lantaran regulasi yang sama.

"Kalau hanya melarang penumpang saja yang mudik berarti kita efek ke kami seperti tahun kemarin. Penumpang menjadi sepi dan berimbas, dimana mudik ini juga, adalah rutinitas tahun, sangat tunggu," ungkapnya,

Akan diberlakukan GeNose di Pelabuhan

Kepala Cabang, Pelayaran Bukit Merapen Kapal Roro, Wati mengungkapkan tidak keberatan kalau diberlakukan GeNose di pelabuhan, Sebelumnya dia mengatakan pihaknya juga sudah menerapkan rapid tes, sebelum naik ke kapal.

"Tidak masalah kalau diberlakukan hal tersebut, karena sebelumnya juga kami sudah menerapkan rapid tes terlebih dahulu. Kalau sudah diberlakukan GeNose malah lebih baik," kata Wati, Sabtu (10/4/2021)

Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran Otoritas (KSOP) Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang Bangka Belitung, menyatakan sudah mendapatkan surat edaran dari kementerian Perhubungan tentang penerapan GeNose di Pelabuhan Pangkalbalam.

"GeNose akan diberlakukan di Pelabuhan, KSOP sudah mendapatkan surat dari menteri, tapi masih melakukan koordinasi dengan pihak Pelindo, untuk pengadaan GeNos tersebut dari mana, Pelindo sudah siap belum mengadakannya," kata Keselamatan Pelayaran KSOP, Agus Herwanto. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved