Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Anggota Presidium Selindung Bersih-bersih Perkuburan, Effendi Ali: Kami Masih Eksis

Sebelum bergabung dengan Kota Pangkalpinang, wilayah Selindung atau biasa dikenal Selindung Lama masuk dalam administrasi Kabupaten Bangka Tengah.

Ist/Presidium Selindung
Mantan Presidium Desa Selindung Berintegrasi ke Kota Pangkalpinang usai kegiatan gotong royong di Perkuburan Selindung, Minggu (11/4/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebelum bergabung dengan Kota Pangkalpinang, wilayah Selindung atau biasa dikenal Selindung Lama masuk dalam administrasi Kabupaten Bangka Tengah.

Sejumlah orang membentuk Presidium Desa Selindung Berintegrasi ke Kota Pangkalpinang (PDSBKP), memperjuangkan agar Selindung masuk Kota Pangkalpinang pada 2005 silam.

"Akhirnya berkat kemauan kita bersama, Selindung masuk Kota Pangkalpinang pada 2007 dan berada di Kecamatan Gabek. Jadi ada Kelurahan Selindung Baru dan juga Kelurahan Selindung, yang dulu dikenal Selindung Lama. Sebagai bentuk syukur atas bergabungnya Selindung, kami presidium melakukan bersih-bersih kampung, terutama Perkuburan Selindung ini," jelas Mantan Ketua Presidium Desa Selindung Berintegrasi ke Kota Pangkalpinang Effendi Ali, Minggu (11/4/2021) kepada bangkapos.com.

Kegiatan itu juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, yang tinggal beberapa hari lagi.

Effendi berharap keberadaan presidium dengan jumlah anggota 49 orang ini, tetap eksis dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Kelurahan Selindung.

"Kami juga berharap perhatian Pemerintah Kota Pangkalpinang, gapura perbatasan kota digeser sampai tugu ketam di dekat Jembatan Selindung. Karena wilayah Kota Pangkalpinang mulai dari jembatan itu, bukan gapura saat ini," kata Mantan Lurah Selindung ini.

Menurutnya ada tujuh pengurus presidium yang meninggal dunia namun belum merasakan hasil perjuangan mereka.

Effendi ingin menegaskan, lagi bahwa Selindung bagian dari Kota Pangkalpinang dengan segala potensi yang tak kalah menarik dengan kelurahan lain.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Selindung Timur Hafiz menyebutkan banyak potensi di Selindung yang dapat dikembangkan untuk destinasi wisata dan sumber penghasilan warga.

"Contohnya warga yang jual asinan di tepi jalan menuju jembatan Lintas Timur, bila dikelola secara baik, cukup menjanjikan. Kami juga tergerak menggelar pameran, pengelolaan mangrove, kerja sama dengan perguruan tinggi dalam hal pengembangan potensi di sekitar sungai," jelas Hafiz.

Untuk mencapai tujuan itu, Hafiz meminta dukungan pemerintah kota terutama pihak Kelurahan Selindung.

Menurutnya, wilayah Selindung memiliki keunikan yang dihuni penduduk sekitar 6 ribu jiwa.

"Sungai, hutan mangrove, kepiting, jika dikelola secara optimal memiliki kemanfaatan bagi warga sekitar. Ini yang akan terus kami lakukan, termasuk kerja sama dengan pihak perguruan tinggi," ujar Hafiz. 

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved