Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Timgab Tertibkan Tambang Ilegal di Merbuk, Kapolres Bateng Beri Waktu Hingga Besok

Tim Gabungan Polres Bangka Tengah langsung datangi lokasi tambang timah eks Kobatin yang berlokasi di Merbuk, Pungguk dan Kenari Kecamatan Koba

(istimewa/Polres Bateng).
Tim gabungan Polres Bangka Tengah, Koramil Koba, Satpol PP, serta pihak Kecamatan Koba saat mendatangi langsung lokasi tambang timah eks Kobatin yang berlokasi di Merbuk, Pungguk dan Kenari Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (12/4/2021) sore 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menindaklanjuti keluhan dan pengaduan masyarakat yang resah terhadap aktivitas tambang timah ilegal, Tim Gabungan Polres Bangka Tengah langsung datangi lokasi tambang timah eks Kobatin yang berlokasi di Merbuk, Pungguk dan Kenari Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (12/4/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS: Ilyas Ditemukan Terbujur Kaku, Tetangga Cium Bau Menyengat Sejak Sehari Lalu

Pada kesempatan ini, timgab yang terdiri dari personil Polres Bangka Tengah, Koramil Koba, Satpol PP, serta pihak Kecamatan Koba yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bateng AKBP Slamet Ady Purnomo SIK SH MH didampingi Kabag Ops Polres Bateng, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Shabara, Kasat Pol Air dan Kapolsek Koba dilakukan hingga Sabtu malam.

Baca juga: Resmi, Besok Penumpang Pesawat Bandara Depati Amir Dites GeNose, Ini Tarif dan Cara Kerjanya

Tujuan tim gabungan mendatangi lokasi tambang ilegal ini guna melakukan penertiban terhadap aktivitas tambang ilegal di kawasan Merbuk, Pungguk dan Kenari Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.

Pada kesempatan ini, Kapolres Bangka Tengah, AKBP Slamet Ady Purnomo menyampaikan kepada para penambang untuk segera melakukan pembongkaran peralatan tambang.

Baca juga: Inilah Nama Putra Wali Kota Pangkalpinang, Pria Asal Sungailiat Ini Beruntung Raih Iphone 12

Lanjutnya penertiban tersebut terpantau ada sekitar 67 ponton TI rajuk yang ditinggalkan begitu saja dan belum diketahui pemiliknya, sementara 13 di antaranya dengan ciri khas bendera putih yang belum dibongkar.

"Diindikasikan 13 peralatan tambang tersebut milik salah seorang pengusaha di Pangkalpinang,"ungkap AKBO Slamet, Minggu (11/4/2021).

Menyikapi hal ini, Kapolres Slamet menegaskan agar para pemilik tambang segera melakukan pembongkaran peralatan tambang tersebut.

"Kita minta pemilik ponton ini segera melakukan pembongkaran, jika tidak maka akan dilakukan upaya penegakan hukum," tegasnya.

Baca juga: Sembilan Hari Terlelap, Sindrom Putri Tidur Asal Kalimantan Terbangun, Begini Kondisinya

Ia menyebutkan, pihaknya akan memberikan waktu bagi para penambang untuk melakukan pembongkaran sampai dengan besok, Senin (12/4/2021).

"Sampai saat ini, penertiban masih kondusif kita lakukan, beberapa peralatan tambang juga belum diketahui dengan pasti siapa pemiliknya. Namun tetap kami beri kesempatan untuk melakukan pembongkaran secara sukarela sampai hari senin besok", tegasnya.

Kata AKBP Slamet, penertiban yang dilakukan bersama tim gabungan ini sebagai upaya guna menetralisir potensi konflik antara pro-kontra lingkar tambang kolong Pungguk, Kenari dan Marbuk, guna menciptakan situasi Kamtibmas terutama menjelang bulan suci Ramadhan ini.

"Untuk kedepannya, kami akan berkoordinasi dengan Polda Kepulauan Babel, TNI, POM TNI, Pol PP Provinsi babel dan instansi terkait lainnya,"ujarnya.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Penulis: Sela Agustika
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved