Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Calon Penumpang Pesawat Wajib Tes GeNose, Hasil Tes Pertama Positif, Alek Tiup Kantung Dua Kali

Pihak Bandara Depati Amir di Pangkalpinang dan Bandara HAS Hanandjoeddin di Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel) mulai memberlakukan syarat

bangkapos.com
Alek, calon Penumpang Pesawat Terbang di Bandara Depati Amir sedang melakukan uji tes GeNose di yang dimulai pada, Senin (12/4/2021) hari ini. (Bangkapos.com/Riki Pratama) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pihak Bandara Depati Amir di Pangkalpinang dan Bandara HAS Hanandjoeddin di Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel) mulai memberlakukan syarat skrining kesehatan Covid-19 bagi pelaku perjalanan melalui tes GeNose C-19 , dimulai, hari ini, Senin (12/4/2021).

Tes GeNose diberlakukan sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dalam masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Lokasi pemeriksaan terletak di Area Selasar, dekat parkiran Bandara Depati Amir.  Jam pelayanannya sendiri mulai Pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB. 

Alek, calon penumpang yang ditemui Bangkapos.com di Bandara Depati Amir, Senin (12/4/2021) mengatakan, harus dua kali meniup kantong udara GeNose karena hasil yang pertama positif.

"Hasil yang pertama tadi positif, mungkin pengaruh dari makananan, parfum dan kopi serta saya ngerokok. Tetapi setelah mau ngecek baru disampaikan untuk puasa 30 menit sebelum dites," jelas Alek yang hendak terbang ke Belitung ini, kepada Bangkapos.com, Senin (12/4/2021).

Alek menambahkan, setelah hasil pertamanya positif ia diminta untuk rehat dengan memperbanyak minum dan berkumur menggunakan air putih, kemudian melakukan tes kembali, setengah jam kemudian.

"Saya berkumur, minum air putih yang banyak baru ini hasil keduanya negatif," lanjutnya.

Menurut Alek prosesnya penggunaan GeNose ini lebih mudah. Seseorang hanya menghembuskan napas ke kantung sekali pakai untuk kemudian dianalisis oleh alat. 

Tapi yang harus menjadi evaluasi serta imbauan  pada penumpang, seperti mengharuskan puasa atau tidak merokok, makan dan minum yang tidak disampaikan kepada calon penumpang.

"Jauh lebih gampang, lebih cepat, harga lebih terjangkau, paling hanya evaluasinya pemberitahuan sebelum daftar itu. Apakah di dalam web atau online ada pemberitahuan sebelum mengecek harus puasa minimal setengah jam. Karena menggunakan parfum saja perpengaruh pada hasil. Hasilnya lebih cepat dan gampang tetapi lebih ribet,"ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved