Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Harga Ayam di Pangkalpinang Meroket, Pedagang Curhat Begini ke Sekda yang Cek Harga Pasar

Harga ayam potong di Pasar Ratu Tunggal (pasar besar), Kota Pangkalpinang meroket menjelang bulan suci Ramadhan 1442 hijriah, Senin (12/4/2021).

Bangkapos.com/Yuranda
Sekertaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dewam, tinjau harga ayam di Pasar Ratu Tungga, Kota Pangkalpinang, Senin (12/4/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Harga ayam potong di Pasar Ratu Tunggal (pasar besar), Kota Pangkalpinang meroket menjelang bulan suci Ramadhan 1442 hijriah, Senin (12/4/2021).

Sejumlah pedagang di Pasar tersebut mengeluhkan akan kenaikan harga tersebut.

Satu di antaranya Doy (42) pedagang ayam di Pasar Ratu Tunggal, Kota Pangkalpinang, saat dijumpai oleh Sekertaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dewam.

Kedatangan Sekda bersama rombongan guna memantau harga-harga kebutuhan pokok termasuk harga daging ayam di pasar tersebut.

Kekesalan pedagang akan kenaikan harga peroleh ayam ini ditumpahkan kepada Radmida Dewam bersama rombongan.

"Sudah sering pemerintah Kota Pangkalpinang, memantau harga ayam pedaging di pasar ini, tapi kami belum rasakan dampak setelahnya," kata Doy, pedagang ayam di Pasar Ratu Tunggal, Senin (12/4/2021).

Katanya, masyarakat sudah mengeluh soal harga, dan Ia juga mengatakan persoalan harga ini pun, masyarakat tidak tahu mau mengeluh kepada siapa.

"Kami mau ngeluh kemana, juga nggak tahu. Hasilnya tidak ada, kalau hanya cek harga kami juga bisa, yang kami butuhkan tindaklanjut Pemerintah Kota Pangkalpinang ini apa," sesalnya.

Menurutnya, Harga ayam saat ini mahal, pembeli mengeluh harga sekarang sebelum harga sekilogram ayam hanya Rp 30 ribu, saat ini harga hingga Rp 40 ribu lebih.

Ia menduga, harga tersebut sudah dipermainkan oleh pihak distributor ayam, dirinya bisa memastikan karena sebelumnya pihaknya dibatasi pengambilan ayam.

"Tiga hari kemarin, kami dihajar PT (distributor) tidak diberikan ayam, sengaja ditunggu untuk momen di bulan puasa ini, momen kayak gini ditunggu oleh mereka, untuk menaikkan harga. Biasanya ayam kami ambil 50 ekor, dan kemarin diberikan 20 ekor," jelasnya.

Seharusnya pemerintah lebih tahu, ada permainan dikalangan distributor ayam, tambahnya, saat ini ayam juga masih banyak, masih satu fiber dengan harga 50 ribu per kilogramnya.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved