Breaking News:

Ramadhan 2021

Pasar Murah Digelar Untuk Warga Kurang Mampu, Antisipasi Lonjakan Harga  

 Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bangka Barat (Babar) akan tetap menggelar Pasar Murah saat Ramadan 2021

bangkapos.com
Kasi perdagangan dalam dan luar negeri, Dinas Perindustrian, perdagangan dan koperasi Kabupaten Bangka Barat, Seviliana.(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bangka Barat (Babar) akan tetap menggelar Pasar Murah saat Ramadan 2021. Tujuannya antara lain, sebagai upaya pengendalian dan antisipasi lonjakan harga.

"Antisipasi kami mengadakan Pasar Murah yang rutin kami lakukan, salah satunya untuk pengendalian harga dan mengantisipasi lonjakan harga. Kami melakukan pendataan rutin, kalau ada melonjak kami lapor ke provinsi jadi tindak lanjutnya ada di provinsi," ujar Seviliana, Kasi perdagangan dalam dan luar negeri, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bangka Barat (Babar, Senin (12/04/2021).

Diketahui untuk Pasar Murah Ramadan kali ini, Disperindagkop Kabupaten Bangka Barat telah menetapkan kuota khusus untuk warga kurang mampu.

"Untuk operasi pasar itu khusus jadi bukan terbuka untuk umum semua bisa beli. Jadi pasar murah khusus untuk masyarakat kurang mampu, jadi setiap desa mendapatkan 50 kuota. Untuk pasar murah menjelang ramadhan itu juga ada provinsi biasanya mereka kerja sama dengan distributor yang ada di Pangkalpinang, dibawa ke sini dan dijual dengan harga distributor," kata Silviana.

"Cuman untuk tahun ini kemungkinan tidak ada, kemarin sempat rapat dengan Provinsi. Kalau dulu kan mereka ada lonjakan harga atau tidak, pasar murah tetap dilaksanakan. Kalau sekarang ini, mereka liat kalau ada lonjakan harga," tambahnya.

Hal ini diutarakan Seviliana menyusul masih berlangsungnya Pandemi Covid-19 yang dikahwatirkan, Pasar Murah membuat naiknya jumlah kasus positif Virus Corona.

"Karena antisipasi Covid, tahun kemarin juga Provinsi (Babel) melaksanakan di Bangka Barat dua kali tapi sempat meningkat jadi tidak dilaksanakan. Karena masyarakat kita sudah berusaha melakukan protokol kesehatan, tapi kalau sudah ramai itu susah. Makanya tahun ini tidak ada, kecuali kalau ada lonjakan harga," jelasnya.

Sementara itu terkait stok bahan kebutuhan pokok, Seviliana mengatakan masih aman untuk Ramadhan kali ini.

"Untuk komoditi barang pokok beras, gula, minyak goreng, mie instan, sejauh ini kami tanya ke distributor masih lancar stok aman," katanya.

Berdasarkan data stok bahan kebutuhan pokok, Disperindagkop Kabupaten Bangka Barat, Senin (5/4/2021) mencatat stok beras terdapat 66.200 Kg, gula sebanyak 27.400 Kg, minyak goreng 28.040 liter dan mie instan sebanyak 1.660 dus. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved