Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Belasan Tahun Jadi Pengerit, Yusuf Tak Pernah Tertangkap Petugas Saat Razia

Panas terik sinar matahari  tak begitu Yusuf hiraukan, saat mengantri untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite.

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
SPBU jalan mentok, kampung keramat 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Panas terik sinar matahari  tak begitu Yusuf hiraukan, saat mengantri untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di SPBU 24.33170 Jalan Mentok, Kampung Keramat di Pangkalpinang, Selasa (13/4/2021) siang.

Dia melakoni pekerjaan  sebagai pengerit BBM di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Mengenakan kaus berwarna coklat dengan celana kolor panjang serta mengenakan masker bandana, Yusuf dengan mengendarai motornya tampak ikut  mengantri untuk membeli BBM.

Sesekali, ia juga terlihat memajukan kendaraannya. Untuk mendapatkan pertalite yang cukup banyak, sepeda motornya di bagian bawah sudah dimodifikasi dengan selang sebagai jalur pembuangan.

Yusuf mengaku sudah 14 tahun menjadi seorang pengerit BBM. 

Selama itu pula, ia tak pernah sekalipun tertangkap oleh petugas saat melakukan razia.

Ia mengatakan, meskipun saat ini harga pertalite setara dengan premium sebesar Rp. 6.500 per liter sehingga dia tak lagi membeli premium

Hal itu lantaran beberapa SPBU di Pangkalpinang tak lagi menyediakan premium guna mendukung Program Langit Biru (PLB) PT. Pertamina.

"Sama saja, walaupun premium di ganti ke pertalite harganya kan sama," ungkap Yusuf.

Selain itu, dalam sehari setidaknya Yusuf dapat mengerit pertalite sebanyak empat hingga lima kali di SPBU yang berbeda-beda.

Halaman
12
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved