Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ciri Khas Melayu Banyak Hilang, DPRD Buat Perda Inisiatif Setiap Bangunan Harus Miliki Khas Melayu  

DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel), telah merancang Peraturan Daerah Provinsi Bangka Belitung tentang bangunan berciri khas

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Amri Cahyadi. (Bangkapos.com/Riki Pratama) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel), telah merancang Peraturan Daerah Provinsi Bangka Belitung tentang bangunan berciri khas melayu untuk memperkuat wajah daerah sebagai negeri Serumpun Sebalai.

"Jadi peraturan daerah ini kita harapkan sebagai dasar hukum pemerintah daerah kita. Bagaimana melihat wilayah mana saja yang sesuai kearifan lokal, membangun pola arsitektur bangunan berciri khaskan melayu negeri Serumpun Sebalai,"jelas Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Amri Cahyadi, kepada wartawan, Selasa (13/4/2021).

Dia mengatakan Perda ini merupakan inisiatif DPRD, untuk membuat aturan dan saat ini prosesnya sudah masuk pada tatatan di Badan Pembentukan Peraturan Daerah dan naskah akademik dibuat langsung oleh Universitas Bangka Belitung.

"Dalam waktu dekat disampaikan menjadi Perda yang merupakan hak inisiatif DPRD kemudian dibentuk panitia khusus,"ujarnya.

Dengan adanya perda tersebut nantinya, pemerintah provinsi hingga ke tingkat kabupaten/kota diminta menjalankan dan membangun gedung dan kantor milik pemerintah yang berciri khas melayu, atau memiliki ornamen melayu

"Saya lihat mungkin karena selama ini aturan belum tegas yang memberikan rekomendasi serta acuan dalam hal menyetujui usulan pihak yang ingin melakukan pembangunan, sehingga nanti apabila ada investor ingin membangun bangunan harus miliki motif sesuai dengan daerah kita, dalam yang telah tertulis sesuai acuanya,"katanya.

Politisi PPP ini menginginkan Provinsi Bangka Belitung yang memiliki ciri khas melayu ditonjolkan sebagai upaya menjaga budaya melayu yang telah ada sejak dahulu kala.

"Kita ingin menjaga ke khasan sesuai apa yang ada di negeri Serumpun Sebalai, yaitu melayu, karena sangat sedikit ornamen melayu yang tampil di bumi kita ini. Seperti rumah melayu sudah hilang, kita ingin merasakan suasana melayu, sehingga kita harus berperan penting melakukan interpensi menjaga itu,"jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Provinsi Bangka Belitung, Syaifuddin, mendukung terkait rencana pembuatan peraturan tersebut. Menurutnya langkah tersebut dapat menambah keindahan dan daya tarik wisatawan.

"Tentunya karena kita ini merupakan adat melayu yang kental. Saya rasa bagus memang dibuatkan perda itu sehingga setiap gedung atau rumah ada ciri khas melayu, dan tentunya ini menambah daya tarik wisatawan yang datang ke Babel,"jelas Syaifuddin.

Syaifuddin, mengharapkan peraturan tersebut dalam segera dilaksanakan sehingga ciri khas daerah melayu di Provinsi Bangka Belitung dapat lebih menonjol dan dikenal masyarakat luas.

"Tentunya kita menyambut baik dan harapan kita dengan adanya perda itu kemelayuan dihidupkan lagi, karena mungkin selama ini kurang, jadi nanti seperto gedung-gedung di pemerintahan di Sumatera Barat bangunan menjadi ciri khas dan indentitas daerahnya,"ujarnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved