Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Dinkes Kota Pangkalpinang Ajukan Dua Unit GeNose, Hingga Kini Tak Kunjung Ada Jawaban UGM

Diakui Hakim, hasil skrining dari GeNose memang cukup efektif untuk mendeteksi virus covid-19, terlebih harganya yang memang murah

Bangkapos/Riki Pratama
Alek, calon Penumpang Pesawat Terbang di Bandara Depati Amir sedang melakukan uji tes GeNose yang dimulai pada, Senin (12/4/2021) hari ini. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejak kemarin, Senin (12/4/2021) Bandara Depati Amir di Kota Pangkalpinang dan H.AS. Hanandjoeddin di Belitung mulai memberlakukan syarat skrining kesehatan Covid-19 bagi pelaku perjalanan dengan tes GeNose C-19.

Tes GeNose diberlakukan sesuai Surat Edaran (SE) nomor 12 tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dalam masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Dengan demikian pihak pemerintah kota juga berupaya agar alat tes GeNose juga dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang agar pemeriksaan juga dapat dilakukan.

Namun sejak dua pekan GeNose digaungkan akan menjadi skrining kesehatan Covid-19 bagi pelaku perjalanan, dinas kesehatan Kota Pangkalpinang belum juga mendapatkan balasan terkait pengajuan alat GeNose dari pihak Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim menyebutkan, kemarin dia mengajukan dua unit alat tes GeNose untuk Kota Pangkalpinang, namun hingga kini belum juga ada jawaban.  

"Memang untuk mendapatkannya agak sedikit susah, kemarin saya sudah emailkan lagi belum ada jawaban. Kita tetap menunggu supaya kita juga memiliki dan bisa kita gunakan sebagai alat skrining juga. Tapi belum ada jawaban sampai sekarang dari UGM nya," sebut Hakim kepada Bangkapos.com, Selasa (13/4/2021).

Kata Hakim, ia berencana meletakkan GeNose di Kantor Wali Kota Pangkalpinang sebagai alat skrining dan satu di Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang.

"Kita ajukan kemarin dua unit dulu untuk pemeriksaan, sampai sekarang kita masih menunggu jawaban kalau sudah ada segera didatangkan ke Pangkalpinang. Saya juga sedang koordinasi dengan pihak KKP gimana cara mendapatkannya," ujarnya.

Diakui Hakim, hasil skrining dari GeNose memang cukup efektif untuk mendeteksi virus covid-19, terlebih harganya yang memang murah dapat terjangkau bagi masyarakat.

Namun Hakim menyebut, belum tau pasti berapa persen keakuratan GeNose, dengan demikian ia tetap menyarankan untuk tetap melaksanakan rapid antigent juga.

"Sebetulnya efektif dan tidaknya itu tergantung, tapi untuk hasil yang lebih akurat menurut saya lebih antigen cuma kalau dari segi ekonomi dan terjangkaunya tentu masyarakat juga akan lebih memilih GeNose yang lebih terjangkau," sebutnya.

Hakim mengatakan, GeNose mengusung teknologi artificial intelligence (AI) yang dikembangkan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Penggunaan teknologi AI tersebut digunakan untuk mendeteksi partikel atau VOC (Volatile Organic Compound) yang dikeluarkan oleh pasien terinfeksi Covid-19.

"Kementerian Kesehatan telah memberikan izin edar alat deteksi Covid-19 yang satu ini. Namun, perlu diketahui bahwa alat ini hanya digunakan sebagai alat skrining untuk mendeteksi partikel atau senyawa yang memang hanya didapat pada orang yang positif terpapar Covid-19, bukan sebagai alat untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi virus Corona," jelas Hakim.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved