Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dulunya Tukang Parkir, Ari Kini Hasilkan Puluhan Juta Rupiah Sebulan dari Membuat Cincau

Kedatangan warga ini berlangsung baru beberapa hari menjelang Ramadhan 1442 H. Silih berganti warga menanyakan cincau hitam W2, yang sudah bisa dibel

bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas
Cincau W2 hasil produksi di industri rumah tangga milik Ari dan Lusi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kediaman pasangan suami istri  Lusi (48) dan Ari (44), di Jalan Tangsi Pangkalpinang, nampak ramai didatangai warga sejak pagi, Selasa (13/4/2021).

Kedatangan warga ini berlangsung baru beberapa hari menjelang Ramadhan 1442 H. Silih berganti warga datang menanyakan cincau hitam W2, yang sudah bisa dibeli.

"Bang, cincaunya sudah siap belum?" ujar salah satu ibu-ibu dari atas motornya tampak berhenti di depan rumah pasangan suami istri pengrajin cincau tesebut.

Tak lama kemudian terlihat makin banyak warga yang datang, Istri dan ibu dari empat orang anak itu tampak sibuk memotong cincau dan mengambil uang dari para pembeli cincaunya. Banyak pula yang datang membeli dalam jumlah yang banyak untuk dijual lagi.

Di antara pelanggan yang datang ini bukan hanya dari Pangkalpinang, namun ada juga dari Sungailiat, Toboali, dan Sungaiselan. Mereka membeli cincau dalam jumlah yang banyak, kemudian dijual eceran di tempat jualan mereka, sebelum waktu berbuka puasa.

"Satu palong dibandrol Rp 40.000, biasanya pada pedagang eceran mengambil 4-6 palong perhari," ujar Ari.

Sementara itu tak kalah sibuknya di bagian belakang rumah. Dari kejauhan terlihat kepulan asap menyelimuti atap pondok terbuat dari seng, berlantai tanah berdinding sebagian plastik.

Terlihat enam orang pegawai sibuk mondar mandir bekerja membuat cincau. Ada yang memindahkan ember berisi cairan cincau, mengaduk, lalu memindahkan cincau ke wadah persegi panjang yang disebut palong

Proses pembuatan cincau hitam W2 sendiri memakan waktu berjam-jam. Mulai dari proses perendaman daun, penyaringan, perebusan hingga sampai ampas-ampas daun terpisah, lalu disaring lagi sampai benar benar bersih.

Proses tersebut dimasak dengan api besar menggunakan kayu bakar. Cairan dari daun tadi dicampur dengan sagu agar teksturnya kenyal.

Halaman
12
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved