Breaking News:

Kisah Janda Polisi Jadi Pemulung, Tinggal di Rumah Reyot, Pensiunan Habis untuk Bayar Utang Bank

Sejak suami meninggal, sisa uang gaji pensiunan ini tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup saya bersama tujuh anak

KOMPAS.COM/AAM AMINULLAH
Erni menunjukkan foto almarhum suami dan pangkat semasa hidup dan menjalankan tugasnya sebagai polisi, Senin (12/4/2021). 

BANGKAPOS.COM-Sebagai janda seorang anggota Polisi, Erni seharusnya tak terlalu pusing memikirkan biaya hidup sehari-hari karena adanya uang pensiun sang suami.

Di usia senjanya, Erni hidup di rumah tidak layak huni atau lebih tepat disebut gubuk dan harus banting tulang sejak suaminya, Briptu Awang Suryadi, meninggal dunia pada 2007 lalu.

"Pangkat terakhir suami saya Briptu dan terakhir tugas di Polsek Jatinunggal. Suami meninggal tahun 2007," ujar Erni kepada Kompas.com di rumah gubuknya yang kini trlah direhab, Senin (12/4/2021).

Erni menuturkan, sebelum bertugas di Polsek Jatinunggal, Polres Sumedang, sejak tahun 1979, Briptu Awang sempat bertugas di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.

Semasa suami hidup, kata Erni, hidup rukun, harmonis, dan berkecukupan.

"Pernikahan kami dikaruniai tujuh anak dan sepuluh cucu," tutur Erni.

Suami yang polisi meninggal akibat terluka saat tugas, kehidupan Eni pun berubah

Akan tetapi, kata Erni, setelah sang suami meninggal dunia akibat patah tulang punggung, kehidupannya berubah drastis 180 derajat.

Tulang punggung Briptu Awang mengalami patah tulang saat menjalankan tugas di Polsek Jatinunggal.

Erni mengatakan, sang suami sempat menjalani perawatan dua kali di Rumah Sakit Umum Pakuwon, Sumedang.

"Suami meninggal di Rumah Sakit Keramat Jati, Jakarta. Sejak saat itu saya harus menghidupi tujuh anak dengan biaya gaji pensiunan suami," kata Erni.

Gaji pensiunan habis untuk bayar utang bank

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved