Breaking News:

Muslim Rohingya ini Prihatin dengan Kudeta, Akui Ingin Kembali ke Myanmar untuk Lawan Junta Militer

Meskipun dalam kondisi yang memprihatinkan, Aysar tetap peduli dengan kondisi di Myanmar dan kembali ke tanah air tercinta. "Saya berharap gerakan..."

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Anadolu Agency
Muslim Rohingya ini Prihatin dengan Kudeta, Akui Ingin Kembali ke Myanmar untuk Lawan Junta Militer __ Aysar Rahman (70) adalah satu dari 750.000 Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar pada Agustus 2017 silam. 

Muslim Rohingya ini Prihatin dengan Kudeta, Akui Ingin Kembali ke Myanmar untuk Lawan Junta Militer

BANGKAPOS.COM, DHAKA BANGLADESH -- Pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh dikabarkan berkeinginan untuk kembali ke Myanmar.

Hal itu dilakukan oleh pengungsi Rohingya untuk melawan junta militer yang menanggapi keadaan genting kudeta di Myanmar.

Melansir dari Anadolu Agency, Minggu (11/4/2021) Aysar Rahman (70) adalah satu dari 750.000 Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar pada Agustus 2017 silam.

Ia lari bersama rombongan ketika militer gencar melakukan tindakan kekerasan, menyebabkan tempat tinggal mereka ikut terbakar, serta kekerasan fisik lainnya.

Aysar meninggalkan rumah, perternakan sapi dan properti lainnya.

Baca juga: Ketika Komandan Kapal Perang Amerika Santai Menguntit Kapal Induk China di Laut China Selatan

Ia bersama keluarga tinggal dalam kondisi memprihatinkan di Cox's Bazar, Bangladesh, kamp pengungsi terbesar di dunia, menampung lebih dari satu juta orang Rohingya.

Ia telah menerima nasibnya kini serta optimis untuk kembali ke negara asalnya, meskipun kewarganegaraannya ditolak.

Pondok yang ditempati Aysar merupakan salah satu dari 10.000 pemukiman darurat yang terbakar pada insiden kebakaran 22 Maret lalu.

Meskipun dalam kondisi yang memprihatinkan, Aysar tetap peduli dengan kondisi di Myanmar dan kembali ke tanah air tercinta.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved