Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pemerintah Bangka Belitung Targetkan Porang Ditanam di Lahan 1.200 Hektare  

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung (Babel), Juaidi Rusli, mengatakan pemerintah Provinsi Bangka Belitung

Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Juaidi 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung (Babel), Juaidi Rusli, mengatakan pemerintah Provinsi Bangka Belitung berupaya mengembangan tanaman porang sebagai bahan komoditas ekspor, selain lada dan buat sawit.

"Kalau Babel sendiri dengan tanaman porang, pak gubernur punya kebijakan untuk jangka pendek ini, mendorong penyiapan benih porang target 2022 itu untuk ditanam di lahan seluas 1.200 hektar agat bisa kita kembangkan,"jelas Juadi Rusli, kepada Bangkapos.com, Selasa (13/4/2021).

Dia menambahkan untuk tahun ini ditanam dahulu di Babel sebanya 250.000 bibit porang di dalam polibek. Sisanya 2.750.000 pesanan Provinsi Babel, dari Madium Rp 3 juta bibit untuk luas lahan 100 hektare.

"Kita menyiapkan sumber bibit tahun pertama sehingga di 2021 pada September sudah menyiapkan bibit untuk 200 hektar dan 2022 sudah 1.200 hektar,"jelasnya.

Jaidi menjelaskan, dengan upaya pemerintah melakukan pengembangan porang harus juga diimbangi para pembeli porang hasil dari petani.

"Target kita yang kita rancang tentunya karena dukungan penting para pembeli untuk berkolaborasi dengan perusahaan lokal. Dengan membangun pabrik di awal 2022 mendatang, pabrik ini membeli porang dari pasokan bahan baku para petani,"ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan porang saat ini menjadi fokus pemerintah daerah mendorong tanaman porang atau umbi basah masuk ke pabrik dan menjadi bahan ekspor ke depanya.

"Semua kita dorong baik dia tanaman lada, sawit yang tetap, termasuk porang ini sebagai alternatif komoditi yang kita kembangkan,"harapnya.

Dia mengatakan, pengembangan tanaman porang di Babel saat ini masih menggunakan sistem swadaya petani dan pembiayan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Ini tidak ada bantuan pemerintah ini swadaya petani melalui pembiayaan KUR dan swadaya petani belum ada bantuan pemerintah, untuk mendorong pembiayan KUR dan pembiayan lain yang membantu,"katanya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved