Breaking News:

Video - Begini Proses Pembuatan Cincau yang Bahan Utamanya Didatangkan dari Jawa

Pengrajin cincau meraup rupiah disaat bulan suci Ramadhan. Sebab makanan ini paling banyak dicari, untuk diolah menjadi minuman saat berbuka puasa.

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Belasan orang berkumpul di depan sebuah rumah di Jalan Tangsi, Kelurahan Taman Bunga, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Selasa (13/4/2021), sekita pukul 10.00 WIB.

Mereka adalah para pedagang cincau yang sedang menunggu giliran mendapatkan barang dagangan mereka itu yang diproduksi di rumah tersebut.

Adalah pasangan suami istri Lusi (48) dan Ari (44), yang menjadi produsen cincau hitam berlabel Cincau W2 ini.

Memasuki bulan Ramadhan Lusi dan Ari berserta enam pegawai mereka akan lebih sibuk dari biasanya, karena permintaan akan cincau hitam produksi mereka meningkat tajam.

Sebab makanan ini paling banyak dicari, untuk diolah menjadi minuman untuk berbuka puasa.

Para pelanggan yang datang tidak hanya dari Pangkalpinang, namun ada juga dari Sungailiat, Sungaiselan bahkan Toboali.

Mereka membeli cincau dalam jumlah yang banyak, kemudian dijual eceran di tempat jualan mereka, sebelum waktu berbuka puasa.

"Bahan baku pembuatan cincau ini adalah daun cincau,yang dikirim langsung dari Purbalingga, Jawa Tengah," kata Lusi saat ditemui reporter magang Bangkapos.com, Selasa.

Sedangkan proses pembuatan cincau W2 memakan waktu berjam-jam.

Mulai dari proses perendaman daun, penyaringan, perebusan hingga sampai ampas-ampas daun terpisah, lalu disaring lagi sampai benar-benar bersih.

Proses tersebut dimasak dengan api besar menggunakan kayu bakar. Cairan dari daun tadi dicampur dengan sagu agar teksturnya kenyal.

Lalu diaduk agar menyatu dan langsung dimasukan ke masing-masing wadah persegi panjang yang biasa disebut palong.

Dalam satu hari kemarin, Senin (12/4/2021) Lusi dan Ari menjual cincau sekitar 700 palong, diperkirakan sekitar Rp 25 juta, belum dipotong bahan baku dan gaji pegawai sebanyak 6 orang.

(bangkapos.com/nur ramadhaningtyas)

Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved