Breaking News:

Berita Pangkalpinang

APBN 2021 Masih Fokuskan Tangani Dampak Covid-19

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 masih difokuskan pada penanganan kesehatan, dampak Covid-19 terhadap masyarakat dan dunia usaha.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Bangka Belitung, Fahma Sari Fatma saat Evaluasi Kinerja Pelaksanaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) Triwulan I Tahun 2021 Lingkup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (14/4/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 masih difokuskan pada penanganan kesehatan, dampak Covid-19 terhadap masyarakat dan dunia usaha.

Realokasi anggaran pada awal tahun 2021 ini dilakukan untuk mendukung vaksinasi gratis secara bertahap untuk seluruh masyarakat sehingga aktivitas masyarakat dapat lebih leluasa untuk mendukung pemulihan ekonomi

"Untuk pengadaan vaksin dan obat Covid-19 itu alokasi dana Rp13,92 Triliun, untuk pendistribusi vaksin Rp229,79 miliar dan untuk pelaksanaan vaksinasinya Rp8,01 miliar, jadi totalnya ada Rp14,157 Triliun, ini terpusat untuk seluruh Indonesia karena alokasi nasional," jelas Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Bangka Belitung, Fahma Sari Fatma saat Evaluasi Kinerja Pelaksanaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) Triwulan I Tahun 2021 Lingkup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (14/4/2021).

Lebih lanjut, ia menyebutkan memang ada lonjakan alokasi dana APBN 2021 ini untuk penanganan Covid-19 dibandingkan alokasi dana APBN 2020 lalu.

"Pandemi masih menjadi tantangan bagi pemerintah untuk melakukan berbagai upaya perbaikan aktivitas ekonomi masyarakat di tengah kondisi perekonomian yang belum benar-benar pulih.

Mengawali tahun 2021, pemerintah berkomitmen untuk melakukan percepatan pelaksanaan anggaran Negara atau daerah sebagai upaya mendorong perekonomian di tengah pandemi yang masih belum berakhir," kata Fahma.

Pada triwulan I 2021, Realisasi Pendapatan Negara di lingkup Provinsi Bangka Belitung mencapai Rp386,76 M atau 15,1 persen dari target. Realisasi Penerimaan Pajak sebesar Rp311,36 M atau 12,62 persen dari target, sedangkan Kepabeanan dan Cukai sebesar Rp29,53 M atau 209,4 persen dari target 2021.

"Dampak pandemi Covid-19 menyebabkan perlambatan ekonomi secara nasional dan global sehingga berpengaruh besar terhadap capaian penerimaan pajak sampai dengan periode Triwulan I tahun 2021.

Sektor penyumbang penerimaan pajak terbesar di Bangka Belitung pada triwulan I 2021 adalah Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor yang memberikan kontribusi sebesar 21,79 persen dari total penerimaan pajak," kata Fahma.

Dalam rangka memberikan stimulus bagi perekonomian di tengah pandemi, terdapat
beberapa insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved