Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Bangka Belitung Masuk Sembilan Wilayah Rehabilitasi Mangrove, Begini Targetnya 

Presiden RI Jokowi yang telah mengeluarkan Perpres Nomor 220 Tahun 2020 yang menjadikan Provinsi Bangka Belitung (Babel), bersama

bangkapos.com
Kawasan pesisir pantai Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, menjadi lokasi rehabilitasi hutan dan lahan dengan ditanami mangrove, dilakukan oleh BPDASHL Baturusa Cerucuk, foto diambil beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Presiden RI Jokowi yang telah mengeluarkan Perpres Nomor 220 Tahun 2020 yang menjadikan Provinsi Bangka Belitung (Babel), bersama sembilan provinsi lainnya untuk melaksanakan rehabilitasi mangrove. 

Wilayah itu, ialah Provinsi Bangka Belitung, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Papua dan Papua Barat.

Indikatif kondisi ekosistem mangrove nasional dan mendapatkan data, bahwa sekitar 80.761 hektare ekosistem mangrove di Babel dalam kondisi rusak. 

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung kemudian melaksanakan tindak lanjut hasil audiensi Gubernur Babel dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove RI beberapa waktu lalu.

Pemprov Babel melakukan rapat di Ruang Rapat, Tanjungpendam Kantor Gubernur Babel, Rabu (14/4/2021).

Wakil Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Abdul Fatah, Rabu (14/42021) mengatakan, ini merupakan upaya pemerintah melakukan pemulihan ekonomi nasional di daerah melalui penanaman mangrove di lahan yang rusak akibat tambang.

"Adanya dorongan pemerintah dalam kaitan pemulihan ekonomi dan penanaman ini ini tidak gratis dari pemerintah nasional, baik dari penyedian bibit, upah tanam dan lain sebagainya. Harapan Presiden ada kegiatan sebagai program pemulihan ekonomi masyarakat melalui penanaman mangrove dan gambut yang ada di Indonesia," jelas Abdul Fatah kepada Bangkapos.com, Rabu (14/3/2021) di kantor gubernur.

Dia menjelaskan kegiatan penanaman pada 2021 ditargetkan 2.240 hektare lahan ditanami mangrove, wilayahnya tersebar di berbagai wilayah di Bangka Belitung.

"Seperti misalnya tadi di Belitung Timur siap 500 hektare dan UPT lainya on the spot di lapangan untuk mencapai angka itu 2.240 hektar, mana spot yang dapat ditanam mangrove. Lahanya yang sudah krisis, dari kondisi ringan, berat, mereka petakan untuk melakukan penanaman tersebut,"katanya.

Kemudian, banyaknya kasus setelah ditanam, tanam mangrove kembali dirusak atau ditambang, Abdul Fatah menekankan hal tersebut jangan sampai terjadi kembali.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved