Breaking News:

Tribunners

Beras Lokal Fresh from The Fields

Mari masyarakat semua, kita bantu serap produksi petani lokal. Masyarakat dapat menikmati beras lokal yang fresh from the fields

Bangka Pos/Jhoni Kurniawan
Petani padi saat mengangkut hasil panen di Kawasan Persawahan Desa Rias. 

Oleh: Yustina Ambarsari - Statistisi Muda di BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

PADA 23 Februari 2021 lalu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman bersama petani Dusun Parit 2, Desa Kepoh, Bangka Selatan, ikut memanen padi. Sempat dikatakan bahwa produktivitas padi baru mencapai 1-3 ton per hektare di daerah itu. Panen raya padi diperkirakan pada Maret 2021, jatuh pada bulan yang sama pada tahun 2020.

Pada 1 Maret 2020, BPS merilis luas panen dan produksi padi tahun 2020 di Bangka Belitung. Disebutkan bahwa luas panen padi tahun 2020 seluas 17.841 hektare, bertambah 753 hektare dibanding tahun 2019. Dari luas panen tahun 2020 padi yang dihasilkan sebesar 57.324 ton gabah kering giling (GKG). Bila dikonversikan menjadi beras menjadi 33.803 ton beras. Produksi beras tahun 2020 meningkat signifikan sebanyak 5.023 ton dari tahun 2019.

Dari hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA) 76,53 persen produksi padi di Bangka Belitung berasal dari Bangka Selatan yaitu sebesar 43.875 ton GKG. Petani padi Bangka Tengah tahun 2020 menghasilkan 365 ton GKG atau 0,64 persen dari total produksi padi Bangka Belitung, paling sedikit dibanding dengan kabupaten lainnya.

Produktivitas padi per hektare tahun 2020 sebesar 3,21 ton, meningkat dari tahun 2019 yang sebesar 2,86 ton per hektare. Bantuan benih unggul serta bantuan prasarana dan sarana produksi bagi para petani serta program memfasilitasi permodalan melalui KUR, membuat semangat petani meningkat sehingga mampu meningkatkan produktivitas padi per hektare tahun 2020 sebanyak 12,50 persen dibanding produktivitas 2019.

Indeks harga yang diterima petani (Ib) yang dikeluarkan oleh BPS dapat digunakan untuk melihat perkembangan harga yang diterima petani, dalam hal ini petani padi. Rata-rata indeks harga yang diterima petani padi, dengan penghitungan tahun dasar 2018=100, pada tahun 2020 sebesar 103,84. Hal ini mengindikasikan bahwa harga padi tingkat petani di tahun 2020 lebih baik dibanding harga 2018.

Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangannya dalam hal ini utamanya adalah beras. Berdasarkan data Susenas Maret 2020, konsumsi per kapita per bulan di Bangka Belitung sebesar 6,268 kg. Bila jumlah penduduk Bangka Belitung (hasil SP2020) sebesar 1.455.678 jiwa, maka kebutuhan beras tahun 2020 sebesar 109.490 ton.

Kebutuhan beras ini belum mampu dipenuhi oleh produksi beras dari lokal. Produksi beras lokal hanya mampu mencukupi 30,97 persen dari total kebutuhan beras di Bangka Belitung. Pasar yang sangat besar, peluang pasar tiga kali lipat saat ini terbuka lebar untuk produksi beras.

Peluang emas bagi petani padi di Bangka Belitung untuk meningkatkan hasil produksinya untuk memenuhi kebutuhan beras di provinsi ini. Bila penduduk Bangka Belitung semuanya menyerap produksi beras petani Bangka Belitung maka cash flow antara petani dengan pedagang sampai ke konsumen akan berjalan dengan lancar. Hal ini akan memperkuat stabilitas petani untuk terus meningkatkan usahanya. Pada masa pandemik Covid-19 usaha di pertanian memiliki kemampuan bertahan dan berkembang terutama pada komoditas tanaman pangan.

Dilihat secara makro, nilai tambah yang bisa tercipta selama 2020 pada lapangan usaha tanaman pangan di Bangka Belitung sebesar Rp525,4 miliar menyumbang perekonomian 0,70 persen. Lapangan usaha ini mampu berkembang di tengah pandemi dengan laju pertumbuhan sebesar 20,33 persen. Laju yang cukup tinggi ini salah satu penyebabnya adalah meningkatnya konsumsi penduduk Bangka Belitung akan bahan makanan selama pandemi, termasuk di dalamnya adalah bahan dari usaha tanaman pangan.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman pada rapat pertengahan Februari 2021 menghimbau agar masyarakat membeli beras dari petani lokal. Imbauan ini sangat mendukung dalam meningkatkan perputaran perekonomian bagi petani.

Langkah nyata yang dapat diambil dari imbauan gubernur yaitu masing masing ASN di Bangka Belitung dan pegawai BUMN, BUMD dalam sebulan membeli beras lokal 25 kg per bulan dan rumah tangga lainnya membeli beras lokal 10 kg per bulan, maka produksi beras lokal Bangka Belitung akan langsung terserap dan mendorong usaha petani padi menjadi lebih baik.

Untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah daerah yang terkait (dinas pangan, pertanian, dan perdagangan) bisa bekerja sama dengan Bulog untuk menampung produksi beras lokal dan langsung mendistribusikannya ke ASN, pegawai BUMN, pegawai BUMD serta rumah tangga. Dengan campur tangan pemerintah daerah, harga di tingkat petani dan harga di tingkat konsumen dapat dijaga dan rantai distribusinya menjadi lebih pendek.

Angka sementara yang dikeluarkan oleh BPS, produksi beras pada Januari-April 2021 ini sebanyak 18.521 ton. Dengan program 25 kg dan 10 kg per bulan per rumah tangga, maka produksi beras pada subround Januari-April 2021 akan langsung terserap oleh masyarakat.

Mari masyarakat semua, kita bantu serap produksi petani lokal. Masyarakat dapat menikmati beras lokal yang fresh from the fields dengan harga yang lebih murah, dan petani mendapatkan harga yang stabil dan lebih baik dengan perputaran uang yang lebih cepat. (*)

Editor: suhendri
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved