Breaking News:

Di Acara KPK, Luhut Pandjaitan Singgung Ekspor Rare Earth Bangka Belitung Tidak Jelas, Ini Katanya

Di acara tersebut, Luhut menyebut rare earth banyak terkonsentrasi di Bangka, Belitung dan Kalimantan| Ekspornya banyak tidak jelas

Editor: Dedy Qurniawan
Diskominfo Babel
Di Acara KPK, Luhut Pandjaitan Singgung Ekspor Rare Earth Bangka Belitung Tidak Jelas, Ini Katanya - Ilustrasi - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman saat bertemu Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lalu 

BANGKAPOS.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, banyak ekspor rare earth atau logam tanah jarang (LTJ) Bangka Belitung yang tidak jelas.

Hal ini ia ungkapkan pada acara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia juga mengungkap adanya aktivitas ekspor rare earth yang tengah ditangani Bea Cukai di Bangka Belitung saat ini.

Di acara tersebut, Luhut menyebut rare earth banyak terkonsentrasi di Bangka, Belitung dan Kalimantan.

Baca juga: PT Sucofindo Bersuara Soal Kadar Zirkon, Klaim Milik PT CAL Berkadar 65,5 Persen

Rare earth atau logam tanah jarang adalah logam mineral yang bernilai sangat tinggi serta banyak ditemukan di Bangka Belitung dan Kalimantan.

Mineral ini banyak digunakan untuk memproduksi perangkat smartphone hingga senjata militer.

Seiring dengan besarnya permintaan atas komoditas tersebut, banyak terjadi ekspor komoditas rare earth secara ilegal di Bangka Belitung.

Saat ini satu eksportir telah ditangkap.

"Kita mau melakukan penataan ekspor di Bangka Belitung, karena di sana banyak sekali rare earth yang di ekspor dengan tidak jelas. Kemarin sudah ada satu yang kami tangkap," ungkap Luhut dalam acara KPK, Selasa (13/4/2021).

Ia menjelaskan, kasus ekspor rare earth secara ilegal ini telah ditangani oleh pihak Bea Cukai.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved