Breaking News:

Di Acara KPK, Luhut Pandjaitan Singgung Ekspor Rare Earth Bangka Belitung Tidak Jelas, Ini Katanya

Di acara tersebut, Luhut menyebut rare earth banyak terkonsentrasi di Bangka, Belitung dan Kalimantan| Ekspornya banyak tidak jelas

Editor: Dedy Qurniawan
Diskominfo Babel
Di Acara KPK, Luhut Pandjaitan Singgung Ekspor Rare Earth Bangka Belitung Tidak Jelas, Ini Katanya - Ilustrasi - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman saat bertemu Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lalu 

Diketahui, tindakan para eksportir nakal itu diketahui setelah ditemukan adanya perbedaan barang yang di kirim dari yang dilaporkan kepada petugas.

"Ternyata apa yang didapatkan didalamnya itu berbeda dengan apa yang dilaporkan. Pak Askolani (Dirjen Bea Cukai Kemenkeu) sudah langsung bekerja dengan timnya," kata dia.

Luhut menilai, hal ini menunjukkan semakin terintegrasinya antarlembaga dalam mencegah dan menangani penyelewengan yang berpotensi merugikan negara.

Hal ini tentu perlu terus ditingkatkan.

"Saya kira makin terintegrasi kita bekerja dan itu tentu tidak mudah. Jadi kalau saya banyak ngurusin, itu karena saya mau semua yang terlibat, kalau kita bekerja keras terintegrasi," jelasnya.

Baca juga: Menjaga Agar Zirkon Tak Menguap

Sekedar informasi, menurut Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Irwandy Arif, rare earth memiliki harga yang lebih tinggi ketimbang lithium, yang seringkali disebut-sebut sebagai mineral masa depan dan diincar banyak negara.

Ia bilang, rare earth adalah logam yang memiliki peran sangat strategis di masa depan. Ini karena hampir seluruh perangkat elektronik dengan teknologi tinggi, membutuhkan logam tanah jarang. Logam tanah jarang juga bisa bersifat radioaktif, dan mengandung oksida yang tinggi.

"Rare earth banyak dipakai untuk pembuatan mobil listrik, handphone, sensor, (perangkat) komputer, super konduktor, dan berbagai keperluan militer," ungkap Guru Besar Teknik Pertambangan ITB ini kepada Kompas.com, Rabu (24/6/2020) lalu.

Namun yang perlu digarisbawahi, kata Arif, Indonesia tidak memiliki cadangan rare earth yang melimpah.

Selain itu, rare earth juga lebih banyak terkonsentrasi di Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Baca juga: 6 Fakta Apa Itu Zirkon, Mineral Sisa Pengolahan Timah di Bangka Belitung yang Masih Bernilai Tinggi

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Luhut: Rare Earth Banyak Diekspor Secara Ilegal"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved