Breaking News:

Berita Pangkalpinang

KPP Bea Cukai Pangkalpinang Perketat Pengawasan Ekspor, Uji Kadar Tetap oleh Sucofindo

Yetty menyebutkan pihaknya tidak melakukan pengecekan fisik terhadap barang yang akan diekspor, sepertinya Zirkon yang tertahan beberapa waktu lalu.

Bangkapos.com/Yuranda
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea dan Cukai Pangkalpinang, Bangka Belitung, Yetty Yulitanti didampingi Humas Suharyanto, di Kantor DJPb Provinsi Bangka Belitung, Rabu (14/4/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea dan Cukai Pangkalpinang, Bangka Belitung, Yetty Yulitanti menanggapi terkait pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, rare earth (logam tanah jarang) banyak terkonsentrasi di Bangka Belitung.

Dalam pernyataan Luhut, dikutip dari Kompas.com, seiring dengan besarnya permintaan atas komoditas tersebut, banyak terjadi ekspor komoditas rare earth secara ilegal di Bangka Belitung. Saat ini satu eksportir telah ditangkap.

"Pak Luhut kan, ada di belakang kita (Bea Cukai-red) tidak menuding, dia suport Bea Cukai. Terhadap ekspor ilegal ini kita melakukan pengawasan," kata Yetty Yulitanti, didampingi Humas Bea Cukai, Suharyanto, di Kantor DJPb Provinsi Bangka Belitung, Rabu (14/4/2021).

Namun untuk mengetahui, hal tersebut ilegal atau tidak dan sesuai atau tidak, Yetty menyebutkan pihaknya tidak melakukan pengecekan fisik terhadap barang yang akan diekspor, sepertinya Zirkon yang sempat tertahan beberapa waktu lalu.

"Kemarin juga sudah saya sampaikan, bahwa pemeriksaan fisik dilakukan lembaga Surveyor Sucofindo, dalam hal ini zikron, lembaga tersebut yang ditunjukkan oleh pemerintah," ungkapnya.

Ia menyebut, lembaga yang sudah ditunjuk oleh pemerintah ini, merupakan lembaga surveyor Sucofindo merupakan BUMN. Mereka (Sucofindo-red) yang berwenang untuk, verifikasi dan melakukan pemeriksaan fisik salah satunya terhadap 200 ton Zirkon tersebut.

Kata Yetty, berdasarkan dokumen dari Sucofindo sebelumnya Zirkon tersebut, diajukan ke Sistem INSW. Barang tersebut sudah sesuai dan sudah layak ekspor.

"Karena semuanya melalui sistem, dan melihat laporan karena sudah ada kesesuaian, kita nyarakan clear," ungkapnya.

Kadar Zirkon Rahasia

Kepala KPP Bea dan Cukai Pangkalpinang, Bangka Belitung, Yetty Yulitanti, mengatakan untuk Zirkon yang masih tertahan di pelabuhan Pangkalbalam, sebanyak 200 ton itu, selama satu pekan lebih masih tunggu hasil dari laboratorium bea cukai.

Katanya, apabila hasil laboratoriumnya tidak sesuai, pihaknya akan mengambil langkah dan tahapannya, dengan melakukan pemeriksaan, terhadap eksportir PT Cinta Alam Lestari (CAL) dan Surveyor dalam hal ini Sucofindo.

"Bila tidak sesuai hasil kami akan dilakukan pemeriksaan, apabila Kadar Zirkon itu, tidak sesuai dengan dokumen yang diupload ke Sistem INSW ke Bea Cukai," tegasnya.

" Untuk pemasahan hasil dari laboratorium, akan diserahkan ke Kantor Bea cukai pusat, karena ada prosedur tertentu, karena permasalahan ini sudah masuk kasus nasional," sambung Humas Suharyanto.

Bangkapos.com/Yuranda

Penulis: Yuranda
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved