Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Gara-gara Laporan Abdul Roni Soal Tambang Ilegal, Kapolda Langsung Panggil Kapolres Bangka

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Irjen (Pol Anang Syarif Hidayat, spontan meminta Kapolres Bangka, AKBP Widi Haryawan ke Graha Kantor Pusat

bangkapos.com
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Anang Syarif Hidayat. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Irjen (Pol Anang Syarif Hidayat, spontan meminta Kapolres Bangka, AKBP Widi Haryawan ke Graha Kantor Pusat PT Timah Tbk, Pangkalpinang, Kamis (15/4/2021) sore.

Permintaan tersebut, menyusul adanya keluhan Nelayan Matras, Abdul Roni, Kamis (15/4/2021) pada pertemuan tindak lanjut aksi demo di depan kantor PT Timah, Senin (6/4/2021) lalu.

Sebelumnya, Roni di hadapan peserta pertemuan, mengatakan pasca aksi demo, aktivitas TI apung di Perairan Kelabat Dalam, ditindak. Namun, sayangnya kata Roni, aktivitas penambangan tersebut kembali berlangsung pada malam hari.

"Terima kasih terutama Pak Roni yang berikan informasi tentang pertambangan di malam hari.
Mungkin perlu saat ini paparan saya panggil Kapolres Bangka, karena dia laporan sama saya sudah tidak ada," tegas Anang, Kamis (15/4/2021).

Bahkan Anang, memerintahkan Roni bersama AKBP Widi,  turun langsung kelokasi yang dimaksud,  guna memastikan masih ada tidaknya aktivitas penambangan di Perairan Teluk Kelabat Dalam.

"Kalau memang masih ada bapak (Roni -red)  dengan Kapolres langsung ke lokasi, cek betul masih ada apa gak," pintanya.

Lanjut Anang, Polda kepulauan Bangka Belitung, bertindak satu komando. Jika kebijakan tersebut A, jajaran di bawahnya pun harus A.

"Polda ini komando, kalok Kapolda ngomong A,  Kapolres harus A,  Kapolsek harus A,  bhabinkamtibmas harus A. Tidak ada Kapolda ngomong A,  Kapolres ngomong A plus, gak ada kita satu komando," tegasnya.

Bahkan, malam usai menemui pendemo bersama Gubernur Babel dan PT Timah, jenderal bintang dua tersebut,  mengintruksikan jajarannya menidak semua aktivitas TI ilegal, termasuk di Perairan Teluk Kelabat dan Sukadamai Toboali.

"Malam waktu saya ketemu, saya ngomong akan saya bereskan, dan langsung saya bereskan. hari sabtu saya terbang dengan pak gubernur. Pak gubernur dan Danrem menyaksikan sendiri kita bertiga terbang. Saya mohon maaf tidak mungkin saya harus jalan darat laut,  di situ waktu kita banyak terbuang.

" Karena tugas kita banyak,  tidak hanya mengurus Matras, Sukadamai dan Kelabat Dalam saja.
Jadi sudah saya perintahkan Kapolres dan melaporkan kepada saya sudah tidak ada," tambahnya.

Pertemuan dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, Kajati I Made Suarnawan, direktur Operasi dan Produksi  PT Timah Tbk Agung Pratama, Danrem 045 / Gaya Brigjen M Jangkung, serta perwakilan nelayan, Kabupaten Bangka,  Bangka Barat dan Bangka Selatan. (Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved