Breaking News:

Pakai 670 Kg Sutra Alami, Ini Sekelumit Kisah di Balik Penutup Kabah di Mekkah

Kiswah akan diganti pada hari kesembilan di bulan Dul Hijjah, mengikuti tradisi Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya

Editor: Iwan Satriawan
Tribunnews.com/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Kabah diabadikan pada Jumat (19/7/2019) dalam kondisi kain Kiswah sudah ditinggikan dan diganti dengan kain putih. Kiswah Kabah diangkat untuk menyambut datangnya musim haji. 

BANGKAPOS.COM- Kabah, adalah sebuah bangunan di tengah-tengah masjid paling suci dalam agama Islam, Masjidil Haram, di Mekkah, Hejaz, Arab Saudi.

Tempat ini adalah tempat yang paling disucikan dalam agama Islam dan menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia.

Karena pentingnya Kabah, tirai megah yang menutupinya menjadi sangat penting. Tirai itu dikenal sebagai “Kiswah”.

Kiswah dianggap sebagai simbol penghormatan dan ketuhanan pada Bayt Al-Haram, sebutan lain untuk Kabah yang berarti “Rumah Suci.”

Semuanya adalah bagian dari ekspresi kedekatan dengan Tuhan. Terakhir pada Juli 2020, Gubernur Mekkah Pangeran Khalid Al-Faisal menyerahkan Kabah Kiswah (kain hitam) kepada pengurus senior Kabah, Saleh bin Zain Al-Abidin Al-Shaibi atas nama Raja Salman.

Pemandangan Kabah saat ibadah haji
Pemandangan Kabah saat ibadah haji (Tribunnews.com/ Yogi Gustaman)

Kiswah akan diganti pada hari kesembilan di bulan Dul Hijjah, mengikuti tradisi Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Dilaporkan bahwa setelah pembebasan Mekkah pada tahun kesembilan Hijriah, Nabi menutupi Kabah dengan kain dari Yaman, ketika menunaikan ibadah haji.

Kiswah diganti setahun sekali selama haji, setelah jemaah pergi ke Gunung Arafah. Ini juga sebagai persiapan untuk menerima jemaah keesokan harinya, yang bertepatan dengan Idul Adha.

Sementara itu, General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques telah mengangkat bagian bawah Kiswah sekitar tiga meter.

Area itu lalu ditutup dengan kain katun putih, dengan lebar kira-kira dua meter dari keempat sisinya.

Langkah tersebut dirancang untuk menjaga kebersihan dan keamanan Kiswah, dan mencegah kerusakan pada kain tersebut.

Perubahan warna

Warna penutup Kabah telah berubah secara teratur selama berabad-abad.

Nabi Muhammad SAW menutupinya dengan kain dari Yaman bergaris putih dan merah.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved