Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pasar Dadakan Tak Masalah Asal Tetap Jalankan Prokes, Sekda Kota Sebut Momen UMKM Bangkit

Berburu kuliner selama bulan Ramadhan menjadi salah satu kegiatan favorit sembari menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.

Andini Dwi Hasanah
Pasar Dadakan menjajakan kudapan berbuka puasa di Jalan Masjid Jami Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berburu kuliner selama bulan Ramadhan menjadi salah satu kegiatan favorit sembari menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.

Kudapan ringan atau biasa disebut takjil menjadi yang paling diincar masyarakat ketika berburu makanan jelang berbuka puasa.

Di Kota Pangkalpinang, ada sejumlah tempat yang menjadi tempat untuk berburu kudapan jelang berbuka puasa. Tempat tesebut disulap menjadi pasar dadakan saat ramadhan, kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang pun tak menyurutkan hadirnya lapak jajanan tersebut.

Baca juga: Modal Rp 5 Juta Amin Sukses Kembangkan Ternak Ayam Kampung Baper (Bangka Super) Ramah Lingkungan

Seperti halnya di Jalan Masjis Jami Kota Pangkalpinang, kawasan ini menjadi tempat langganan sejak tahun ke tahun menjadi kawasan pasar dadakan ramadhan.

Sisi kiri dan kanan trotoar dipenuh para pedagang, mulai dari es kelapa, es campur, bakso bakar, kue (takji) hingga kolak pun tersedia. Hingga pengendara yang melintasi jalan tersebut terlihat padat merayap.

Menanggapi hal yang seakan sudah seperti sebuah tradisi tahunan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam menyebutkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang tak akan melarang adanya pasar dadakan yang bermunculan saat ramadhan.

Bahkan kata Radmida, dalam momen seperti ini adalah kesempatan untuk para UMKM kembali bangkit.

"Karena momen ini merupakan kesempatan bagi para UMKM kita untuk mencari peluang meningkatkan ekonominya, dan ini sangat baik, mereka kembali berusaha kembali bangkit dimasa pandemi, kita tidak ada masalah tidak ada larangan," ungkap Radmida kepada Bangkapos.com, Kamis (15/4/2021).

Hanya saja, Radmida mengimbau kepada para pedagang dan juga masyarakat, untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan baik, sebab covid-19 masih berdampingan.

"Asal para pedagang dan masyarakar tetap ingat prokes, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak itu harus tetap dijaga, jangan sampai euforia ramadan malah menyebabkan penyebaran Covid-19 makin meluas,"ujarnya.

Hal itu, kata Radmida, guna menghindari meluasnya pernyebaran Covid-19 di Pangkalpinang semakin meluas.

Sementara itu, untuk pembatasan jam malam, pihaknya masih memakai kebijakan yang lama, yaitu batas aktivitas hingga jam 10 malam.

"Namun pada saat ramadhan, saya rasa jika sudah selesai maghrib biasanya sepi, dan jangan nongkrong-nongkrong. Lebih baik perbanyak ibadah," sebutnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved