Breaking News:

Berita Kriminalitas

Polsek Belinyu Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dari Motor dan Helm, Pelaku Beraksi di 19 TKP

Sejumlah kasus pencurian dan penjambretan yang terjadi di Belinyu yang meresahkan masyarakat berhasil diungkap jajajaran Polsek Belinyu.

Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Tersangka Rangga Saputra (baju orange) saat akan mengikuti jumpa pers ungkap kasus Kamis (15/4/2021) di Polres Bangka 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Sejumlah kasus pencurian dan penjambretan yang terjadi di Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka yang meresahkan masyarakat berhasil diungkap jajajaran Polsek Belinyu.

Pengungkapan dilakukan berawal dari penggunaan motor dan helm tersangka. Di mana berdasarkan keterangan saksi pelaku menggunakan motor Suzuki Satria FU warna hitam tanpa plat dan menggunakan helm GM hitam. Beberapakali tersangka beraksi menggunakan baju kaos warna biru dan celana jeans biru.

"Seluruh barang bukti motor, helm dan pakaian yang digunakan tersangka berdasarkan keterangan saksi," kata Waka Polres Bangka Kompol Faisal Fatsey  Kamis (15/4/2021) saat jumpa pers ungkap kasus di Polres Bangka.

Rangga Saputra dibekuk pada 2 April 2021 disalah satu Toko Kelontong di Belinyu.

Setidaknya ada 19 TKP pencurian dan penjambretan yang diakui oleh tersangka Rangga Saputra di Kecamatan Belinyu.

Namun tidak semua kasus dilaporkan korban ke Polsek Belinyu. TKP yang diakui oleh Rangga Saputra antara lain:

* 21 Desember 2020 Jalan Damai Belinyu korban dijambret saat olahraga pagi kerugian 1 unit Iphone SE kerugian korban Rp 13 juta
* 11 Maret 2021 di Jalan A Yani Belinyu korban dijambret saat dibonceng didalam tas ada 1 handphone, uang Rp 150.000 dan surat surat penting kerugian korban Rp 2.150.000. 
* 10 Februari 2021 di Jalan Mayor Syafrie Rahman, tas korban dijambret saat dibonceng pacar berisi 1 HP kerugian  Rp 1.700.000. 
* 13 Februari 2021 di Jalan Kusam Belinyu tas korban dijambret saat dibonceng suami. Didalam tas 1 handphone, cincin emas, uang Rp 3.700.000 total kerugian korban Rp 5.220.000.
* 3 Januari 2021 di Air Asam Belinyu tas korban hendak dijambret dan terjatuh pelaku gagal mendapatkan tas dan kabur. Korban mengalamai luka luka.
* 3 Januari 2021 korban dijambret tas di Jalan Be Bex Air Asam Belinyu dalam tas terdapat uang Rp 1.200.000 dan surat surat penting total kerugian Rp 1,5 juta.
* 6 Januari 2021 di Jalan Bhakti Belinyu tas korban hendak dijambret namun gagal 
* 2 April 2021 rumah dijalan Pahlawan XII Belinyu pelaku masuk rumah dengan mencongkel jendela mengambil tas berisi uang Rp 21 juta 
* 13 Januari 2021 toko di Jalan Yos Sudarso pelaku mengambil uang tunai Rp 20 juta dan rokok senilai Rp 400.000
* 17 Maret 2021 di Pos Satpam PT Timah di Dermaga Mantung Belinyu pelaku mengambil 1 handphone yang sedang dicas dan tas milik berisi 1 handphone, uang Rp 80.000 dan surat penting kerugian mencapai 5 juta.
* 24 Desember 2020 di Perumnas Mantung pelaku masuk rumah dan toko mencongkel jendela kemudian mengambil uang tunai sebanyak Rp 4.900.000, 1 HP dan 10 bungkus rokok kerugian Rp 7 juta.
* 25 November 2020 di Perumnas Mantung pelaku mencongkel jendela rumah kemudian mengambil 1 unit HP kerugian Rp 350.000.
* 7 Januari 2021 di Jalan Mantung pelaku masuk rumah mencongkel jendela mengambil uang Rp 380.000 dan 1 handphone total kerugian Rp 2 juta 
* 27 Januari 2021 di Jalan Tanjung Gudang Belinyu pelaku masuk rumah mencongkel jendela mengambil uang Rp 2 juta dan 1 handphone kerugian Rp 3,7 juta.

Menurut  Faisal Fatsey selain 15 TKP di atas yang telah dilaporkan korban ke Polsek Belinyu ada 5 TKP belum dilaporkan oleh korban dan diakui oleh tersangka Rangga Saputra sebagai pelakunya antara lain  :
-penjambretan di Jalan Kapten Tendean kerugian Rp 600.000 pass Desember 2020.
-Penjambretan di Jalan A Yani Belinyu sekitar Januari 2021 kerugian 1 handphone dan uang Rp 600.000
-Penjambretan di Jalan A Yani Belinyu Januari 2021 kerugian uang Rp 250.000
-Penjambretan di Jalan A Yani Belinyu Februari 2021 kerugian korban 1 handphone
-Penjambretan di Jalan Gajah Mada Februari 2021 kerugian 1 handphone

"Kita mengharapkan korban segera melaporkan kejadian karena sejumah barang bukti yang diamankan belum diketahui pemilik karena korban tidak melapor," kata Faisal Fatsey.

(Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved