Breaking News:

Prodi Psikologi Islam IAIN SAS Bangka Belitung Gelar Webinar Nasional Moderasi Beragama

Prodi Psikologi Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam(FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melaksanakan w

IAIN SAS Bangka Belitung
Webinar nasional moderasi beragama Tema "Islam dan Psikologi : kontribusi dan praksis moderasi beragama di kalangan milenial 

BANGKAPOS.COM - Prodi Psikologi Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melaksanakan webinar nasional terkait moderasi beragama.

Webinar ini bertema Islam dan Psikologi : kontribusi dan praksis moderasi beragama di kalangan milenial, adapun peserta yang ikut mendaftar kurang lebih 150 namun pada saat pelaksanan kegiatan hanya dihadiri 116 peserta.

Webinar ini menghadirkan narasumber yang ahli dalam bidangnya Perwakilan Dewan Perwakilan Daerah(DPD RI) Ust H Zuhri M Syazali L.c.MA sebagai pembicara pembuka, sedangkan pembicara utama ialah Dr Fuad Nashori M.Si, M.Ag.,Psikolog salah satu dosen UII Yogyakarta dan Dr. Budhy Munawar Rachman selaku Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Driyarkara dan penggiat isu sosial khusus radikalisme.

Sambutan Rektor IAIN SAS Babel Dr.Zayadi,M.Ag Sekaligus membuka acara webinar mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang terlibat dalam acara ini.

"Secara realita kita tidak bisa bertemu bertatap muka secara langsung di masa pandemik ini tapi berkat teknologi kita bisa bertemu bertatap muka secara tak langsung melalui dunia maya, dan semoga suatu saat kita benar-benar bisa saling bertatap muka secara nyata," ujar Beliau.

Dr.Zayadi menyatakan bahwa moderasi Islam adalah salah satu upaya untuk mewujudkan kemaslahatan, agar Islam dapat mewujudkan misi rahmat kepada seluruh alam. Ia mengatakan hendaknya para mahasisiwa IAIN SAS Bangka Belitung mengedepankan Islam yang lebih inklusif dan penuh toleransi.

Sehingga nantinya mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung tidak mudah untuk mengklaim bahwa dirinya yang paling benar dan dapat menerima perbedaan pandangan diantara sesama.

Sambutan Ketua Prodi Psikologi islam(PI) Yandi hafizzalah M.A menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara multikultural (majemuk) yang terdiri dari berbagai etnis, bahasa, adat istiadat hingga agama.

Kemajemukan tersebut pada satu sisi merupakan kekuatan sosial dan keragaman yang indah apabila antara satu dengan yang lainnya saling bersinergi dan saling berkerjasama untuk membangun bangsa. Namun kemajemukan jika tidak dikelola dan dibina dengan tepat dan baik akan menjadi pemicu sekaligus penyulut konflik kekerasan.

Beliau menjelaskan bahwa lingkup tentang adanya tindakan radikal ibarat gunung es hal ini dibuktikan dengan berbagai riset yang menjelaskan bahwa milenial sangat rentan dengan adanya tindakan radikal.

Halaman
123
Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: El Tjandring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved