Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Puluhan Nelayan Bertemu Direksi PT Timah Minta Aktivitas KIP Dihentikan, Begini Jawaban Agung

Puluhan perwakilan Nelayan Matras  Sungailiat dan Pesaren Belinyu melakukan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Erzaldi

bangkapos.com
Puluhan perwakilan Nelayan Matras dan Pesaren melakukan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Erzaldi Rosman dan Direksi PT Timah membahas penambangan Off Shore (lepas pantai) dengan PT. Timah di Kantor PT Timah Tbk, Pangkalpinang, Kamis (15/4/2021) sore. (Bangkapos.com/Riki Pratama) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Puluhan perwakilan Nelayan Matras  Sungailiat dan Pesaren Belinyu melakukan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel),  Erzaldi Rosman dan Direksi PT Timah.

Pertemuan ini membahas penambangan lepas pantai (off shore) dengan PT Timah di Kantor PT Timah Tbk, Pangkalpinang, Kamis (15/4/2021) sore.

Para nelayan ini diminta menyampaikan keluhan terkait apa saja yang pernah mereka sampaikan pada aksi unjuk rasa, Senin (5/4/2021) di depan kantor PT Timah. 

Keluhan itu berkaitan aktivitas tambang laut Kapal Isap Produksi (KIP) di wilayah tangkap Nelayan Matras dan Pesaren.

Perwakilan nelayan Matras, Abdul Roni, Kamis (15/4/2021) mengharapkan kegiatan yang mereka hadiri ini tidak hanya kegiatan sosilisasi saja. Tetapi berkaitan hak nelayan terkait perairan tangkap ikan yang ditambang.

"Ini diharapkan tidak dalam rangka untuk acara sosilisasi, pembahasan operasional, kita bukan masalah teknisnya, tetapi lebih hak nelayan yang di langgar negara,"jelas Abdul Roni.

Selain itu, menurutnya saat pembuatan Perda zonasi, wilayah tangkap nelayan dan pertambangan tidak pernah diikutkan perwakilan nelayan dalam menyusun Perda RZWP3K.

"Kita sudah merdeka jauh, tapi dalam pengambilan keputusan peraturan RZWP3K tidak pernah dilibatkan dari proses penyusunan dan pembahasan sampai ke tingkat kementrian,"ujarnya.

Senada disampaikan, perwakilan nelayan lainya, Anggi, yang menyampaikan pertanyaan kepada Gubernur Bangka Belitung dan Kapolda yang hadir dalam kegiatan.

Ia menanyakan apakah wilayah konflik seperti Matras dan Pesaren bisa bersiah dari aktivitas pertambangan laut.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved