Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Roni Sebut Nelayan Matras Pesaren Tak Dilibatkan Saat Pembahasan Perda RZWP3K

Perwakilan Nelayan Matras -Pesaren Bangka, Abdul Roni, menyebut pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam proses pembahasan dan pengambilan keputusan

bangkapos.com
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Anang Syarif Hidayat. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Perwakilan Nelayan Matras -Pesaren Bangka, Abdul Roni, menyebut pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam proses pembahasan dan pengambilan keputusan Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau–Pulau Kecil (RZWP3K).

Hal ini disampaikan Abdul Roni, di sela sela Rapat Kordinasi (Rakor) Pembahasan Operasional Penambangan Off Shore, di Graha Kantor Pusat PT Timah Tbk, Kamis (15/4/2021) sore.

"Kita bicara lebih kepada hak hak nelayan.  Kita sudah merdeka, tapi dalam pengambilan keputusan 2019 RZWP3K, nelayan tradisional matras pesaren tidak dilibatkan dari pada proses penyusunan, pembahasan FGD sampai ke tingkat kementrian. Saya sempat datangi Dirjen KKP Almarhum Agung Yuwono," kata Roni.

Dalam pertemuan tersebut, Roni sempat mengeluhkan nelayan Matras Pesaren,  tidak diikut sertakan dalam pembahasan Perda RZWP3K tersebut.

"Pada saat dengan beliau Kebetulan ada kepala DKP provinsi, itu saya keluhkan, pak ini nelayan kita (Matras Pesaren) tidak diikut sertakan, kenapa tiba tiba HNSI pada saat itu waktu pembahasan dengan pembahasan DKP provinsi," sesalnya.

"Saya tanya ke kawan kawan HNSI disini,  pernah tidak datang ke posko nelayan Matras pesaren ,  untuk mebahas izin zona tambangnya, tidak pernah pak,  kita buka bukaan saja," tambahnya.

Roni menilai, inilah cara cara pemerintah dan negara memaksa kehendak dengan dalih dan atas nama investasi untuk

"Kita semua sudah merdeka, inilah cara pemerintah negara, memaksa terus menerus kehendak diatas nama investasi,  untuk melaksanakan kita Undang Undang Minerba Nomor 3 Tahun 2020 itu melanggar hak hak dasar nelayan," katanya.

"Temukan dulu solusi yang konkrit untuk nelayan,  untuk lingkungan yang berkelanjutan,  entah itu teknologi ramah lingkungan. Yang saya denger di Tanjunggunung limbahnya bisa dibuang ke darat,
Kasian nelayan nelayan kecil,  jangkauan tangkap mereka gak sampai 10 mil. Ketika lautnya rusak mereka kemana pak," katanya. (Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved