Breaking News:

Ramadhan 2021

Syarifudin: Siapakah Orang-orang yang Merugi di Bulan Ramadan ?

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan, namun di balik keberkahan Ramadan terdapat orang-orang yang tidak

bangkapos.com
Kepala Kemenag Babar, Syarifudin. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevi) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan, namun di balik keberkahan Ramadan terdapat orang-orang yang tidak memanfaatkan amal puasa untuk mendapatkan pahala di bulan suci ini.

Di satu sisi, ada orang berpuasa tapi di sisi lain dia tidak mendapatkan apa-apa, artinya orang itu hanya mendapat lapar dan haus saja.

Siapakah mereka ini dan kenapa mereka sudah puasa tapi tidak mendapatkan apa-apa, bahkan dia masuk dalam orang yang merugi. Kenapa seperti itu karena kita melakukan perbuatan-perbuatan yang menggugurkan atau mengurangi nilai pahala dari ibadah puasa.

Perbuatan yang termasuk dalam kategori merugi diantaranya kita masih bergunjing, berdusta lalu kita juga berbicara jorok. Lalu kita masih melihat lawan jenis langsung nafsu, serta tidak menjaga mata dan lisannya. Semua itu tentu akan mengurangi nilai atau keutamaan pada ibadah puasa yang dilakukan.

"Puasa atau menahan diri bukan hanya menahan dari makan dan minum saja, tapi bagaimana menahan semua aspek perbuatan tingkah laku terkait dengan keutamaan dari pada akhlak dalam beribadah," kata Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Barat (Babar), Syarifudin, Kamis (15/4/2021).

Selain itu terkait orang yang merugi ini di antaranya juga adalah, orang-orang yang meninggal Salat Tarawih secara tidak tuntas. Artinya dia mengikuti Salat Tarawih tapi tidak selesai ataupun tuntas, artinya 11 rakat dengan witir tapi pulang duluan tanpa ada sebab.

Walaupun tidak berkurang Fadilah atau keutamaan pahala puasa, tapi dia rugi dalam pengertian tidak mendapatkan nilai lebih dalam ibadah malamnya.

Orang yang tidak atau jarang membaca Alquran, orang yang tidak menjaga salatnya secara baik atau tepat waktu sesuai dengan kaidah agama juga termasuk orang-orang yang merugi.

"Maksudnya salat tapi buru-buru atau salat tetapi tidak sempurna atau tidak tuma'ninah atau meninggalkan bacaan yang sunah, sedangkan yang sunah itu nilainya berlipat-lipat di Bulan Ramadan," kata Syarifudin. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved