Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Update, 52.441 Orang di Babel Sudah Divaksin, Terjadi Penurunan Laju Vaksinasi di Awal Ramadhan

Data kategori masyarakat umum sudah 563 orang disuntik vaksin dosis pertama dan 18 orang sudah disuntik vaksin kedua.

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berdasarkan data Rabu, (14/4/2021) sudah 52.441 orang atau 28,73 persen yang telah disuntik vaksin pertama dan sudah 33.698 orang atau 18,46 persen yang telah disuntik vaksin dosis kedua di Bangka Belitung.

Dengan rincian 26.818 orang atau 29,94 persen pekerja publik telah disuntik vaksin dosis pertama dan sudah 18.323 pekerja publik atau 20,46 persen yang telah disuntik vaksin dosis kedua.

Data kategori lansia dengan rincian 13.081 orang atau 16,50 persen yang telah disuntik vaksin dosis pertama dan 3.900 orang lansia yang telah disuntik vaksin dosis kedua.

Data kategori tenaga kesehatan sudah 11.903 orang atau 90,63 persen yang telah disuntik vaksin dosis pertama dan 11.440 orang atau 87,10 persen tenaga kesehatan yang telah disuntik vaksin dosis kedua.

Data kategori masyarakat umum sudah 563 orang disuntik vaksin dosis pertama dan 18 orang sudah disuntik vaksin kedua.

Juru Bicara Vaksinisasi di Bangka Belitung sekaligus Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo mengatakan terjadi penurunan laju vaksinasi pada awal ramadhan yang terlaksana beberapa hari ini.

Sebelumnya, ia pernah menyebutkan target vaksinasi seluruh masyarakat di Babel diusakan akan selesai pada bulan Mei 2020, namun capaian ini tentu dipengaruhi berbagai faktor saat pelaksanaanya.

"Kalau sesuai target, sebetulnya banyak faktor, misalnya jumlah vaksin kita yang saat ini menepis dan saat awal puasa juga, laju vaksinasi kita menurun. Kalau melihat trend sesuai dengan vaksin yang disalurkan sudah memenuhi sasaran," ujar dr Bangun, Kamis (15/4/2021).

Dari laporan, sebelum puasa ada kisaran 50-100 orang di setiap faskes yang melakukan vaksinasi namun berbeda saat awal bulan ramadhan ini.

Ia menambahkan penurunan laju vaksinasi pada hari pertama dan kedua puasa ini merupakan hasil evaluasi dari pusat, tidak terjadi hanya di Bangka Belitung tetapi di seluruh Indonesia.

"Mungkin orang-orang masih mempersiapkan diri di awal puasa ini, kita akan melakukan edukasi lagi kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu ragu vaksinasi di bulan puasa karena tidak apa-apa," kata dr Bangun.

Saat ini pelaksanaan vaksinasi masih menggunakan vaksin jenis Sinovac yang berdasarkan penelitian efikasi vaksin ini di Indonesia mencapai 65 persen sedangkan Efikasi vaksin AstraZeneca mencapai 61,2 persen.

"Alhamdulillah tidak ada pihak yang menolak divaksin, antusias masyrakat cukup tinggi, yang belum divaksin itu karena ada penyakit kronis atau ada faktor lainnya untuk belum bisa divaksinasi," kata dr Bangun.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita.

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved