Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Andisfa Craft Mitra Binaan PT Timah, Sulap Daun Pandan Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomis

Bermodal dari pengetahuan yang didapatkan dari pelatihan, Andi mengayam daun pandan menjadi berbagai bentuk kerajinan. 

ist
Kerajinan dari daun pandan yang dikembangkan oleh Andisfa Craft Mitra Binaan PT Timah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Daun pandan tidak hanya digunakan untuk aroma makanan, namun di tangan Andi Padauleng ini daun pandan bisa menjadi berbagai karya seni yang cantik, bernilai guna dan tentunya memiliki nilai ekonomis. 

Banyaknya daun pandan yang ada di sekitar rumah dan biasanya hanya digunakan untuk membuat tikar, membuat Andi berpikir untuk memanfaatkan daun pandan. 

Bermodal dari pengetahuan yang didapatkan dari pelatihan, Andi mengayam daun pandan menjadi berbagai bentuk kerajinan. 

Tak hanya sendiri, Andi mengajak masyarakat lain dan membentuk kelompok agar warga di sekitarnya juga bisa memanfaatkan daun pandan di daerah mereka. 

Potensi daun pandan yang banyak di Desa Sungaiselan ini membuat mereka terus berinovasi membuat produk, tidak hanya membuat tikar saja. 

“Di sini memang banyak daun pandan dan dulu hanya digunakan untuk membuat tikar. Tahun 2012, saya coba-coba nganyam duan pandan untuk buat tas, ternyata berhasil. Setelah itu saya ajak ibu-ibu di sini daripada ngerumpi maka mulailah banyak yang nganyam daun pandan,” kata Andi dalam rilis kepada bangkapos.com, Jumat (16/4/2021).

Membuat kerajinan dari daun pandan memang membutuhkan waktu yang lama, pasalnya proses yang panjang mulai dari di raut, direndam, dijemur hingga dianyam. 

Setidaknya butuh waktu sekitar 7 hari untuk menjadikan sebuah produk. 

Saat ini Andi sudah memiliki brand untuk produknya yakni Andisfa Craft, mereka memproduksi berbagai jenis produk seperti tas, clutch, gantungan kunci, tas pesta, tempat tisu, kipas, dompet, sejadah, dan berbagai produk lainnya. 

“Saya pernah ikut pelatihan di situ lah saya mulai membuat pola, mengembangkan bentuk sehingga produk jadi makin banyak. Awalnya kami hanya polos. Sekarang mengkombinasikan anyaman pandan dengan seni decoupage dan juga kain batik,” ujarnya. 

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved