Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Bisnis Perhotelan Masih Pemulihan, Ketua PHRI Babel Serahkan ke Managemen Terkait THR Pekerja

Kondisi bisnis perhotelan di wilayah Bangka Belitung masih dalam proses pemulihan dan terus bangkit.

istimewa
Ilustrasi Hotel Santika 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kondisi bisnis perhotelan di wilayah Bangka Belitung masih dalam proses pemulihan dan terus bangkit.

"Okupansi (tingkat hunian kamar hotel-red) masih rendah. Tapi kita optimis akan lebih baik dari periode yang sama pada tahun 2020," ujar Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia) Bangka Belitung, Bambang Patijaya saat dikonfirmasi bangkapos.com, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: THR Paling Lama Dibayar H-7, Tidak Ada Lagi Dibayar Separuh, Perusahaan Mampu Jangan Pura-pura

Menurutnya, program vaksinasi bisa menjadi satu cara untuk mempercepat pemulihan bisnis perhotelan.

"Ketika proses vaksin sudah tinggi pelaksanaannya maka orang akan mulai tergerak melakukan kegiatan bepergian, kegiatan ekonomi juga akan bergerak, lalu pihak pemerintah kembali melaksanakan rapat dan seminar di hotel, hal ini secara langsung akan menggerakkan sektor perhotelan mulai semester ke 2 tahun 2021," jelas pria yang kerap dipanggil BPJ ini

Menyikapi kondisi perhotelan yang belum pulih sepenuhnya, BPJ menyerahkan keputusan pembayaran tunjangan hari raya (THR) keagamaan kepada managemen hotel masing-masing.

"Kami serahkan hal tersebut kepada managemen hotel masing-masing. Bagi yang mampu silakan. Karena sampai sekarang semua belum normal. Sebaiknya ini jangan jadi polemik.

Semua managemen perhotelan pasti menganggap karyawan adalah aset, kita sudah melalui masa berat selama setahun ini dan akan terus berjuang bersama-sama sampai situasi menuju normal," kata BPJ.

Sementara itu dihubungi terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bangka Belitung, Harrie Patriadi mengatakan bagi perusahan yang tidak mampu membayar THR karena masih terdampak pandemi Covid-19 untuk melakukan bipartit (kesepakatan) antar perusahaan dan pekerja.

"Diawalnya yang jelas bipartit dulu, silahkan perusahan memberikan fasilitas berbicara dengan pekerja yang dibuat berita acara, tidak ada lagi istilah bayar setengah, karena kondisi sudah normal. Kecuali tidak normal seperti perhotelan, gimana mau maksa, tamu belum ada tapi nuntun penuh, maka perlu pembicaraan atau bipartit, yang utama membangun komunikasi antar perusahaan dan pekerja," kata Harrie.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved