Breaking News:

Info PNS

Sri Mulyani Janji Tidak Ada Potongan Seperti Tahun 2020 Lalu, THR PNS, POLRI dan TNI Akan Cair

Sri Mulyani Janji Tidak Ada Potongan Seperti Tahun 2020 Lalu, THR PNS, POLRI dan TNI Akan Cair

Penulis: Magang3 | Editor: Teddy Malaka
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi THR PNS 

BANGKAPOS.COM - Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para Pengawai Negeri Sipil (PNS) atau Apartur Sipil Negara (ASN) adalah kabar yang ditunggu-tungu.

Meski belum ada kepastian terkait kapan jadwal pemberian THR kepada PNS/ASN diseluruh Indonesia.

Akan tetapi jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, THR akan diberikan minimal sepuluh hingga empat belas hari sebelum hari raya.

Ini artinya perkiraan THR tersebut cair bekisar di awal bulan Mei, karena hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah jatuh pada tanggal 13-14 Mei mendatang.

Pada tahun 2020 lalu pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2020 sebagai dasar hukum pencairan gaji 13.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2020 dijadikan dasar hukum pencairan gaji 13. Meski saat itu tidak semua PNS menerima gaji 13.

Pemerintah pada saat itu memutuskan hanya golongan 3 ke bawah yang menerima gaji ke-13.

THR Idul Fitri yang diprediksi cair di awal Mei 2021 bakal dibayar penuh tanpa potongan. Hal ini sesuai dengan janji Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada tahun lalu.

Janji tersebut muncul karena tahun lalu pemerintah fokus melontorkan dana untuk menanggulangi Pandemi Covid-19.

Tahun lalu, pemerintah mengeluarkan dana sebesar Rp 579,78 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dana dialokasikan untuk bantuan sosial (bansos), tenaga kesehatan, hingga bantuan korporasi, dan UMKM.

"Gaji ke-13 dan THR sesuai policy (ketentuan) sebelumnya akan dibayarkan secara penuh sesuai dengan tunjangan kinerja," ungkap Sri Mulyani dikutip Bangkapos.com melalui Kompas.com.

Hitungan besaran THR yang diterima PNS dihitung dari jumlah gaji pokok yang diterima berdasarkan MKG serta tunjangan lain yang melekat di dalamnya.

Berikut rincian maksimal gaji ke-13 yang diterima ASN:

Pimpinan LNS

* Ketua/Kepala Rp 9,59 juta

* Wakil Ketua/Wakil Kepala Rp 8,79 juta

* Sekretaris Rp 7,99 juta

* Anggota Rp 7,99 juta

* Pejabat non-PNS pada LNS atau pejabat lainnya non-PNS yang menduduki jabatan setara

Eselon

* Eselon I/JPT Utama/JPT Madya Rp 9,59 juta

* Eselon II/JPT Pratama Rp 7,34 juta

* Eselon III/Jabatan Administrator Rp 5,35 juta

* Eselon IV/Jabatan Pengawas Rp 5,24 juta

Pegawai non-PNS pada LNS atau pegawai lainnya non-PNS

1. Pendidikan SD/SMP/ sederajat

* Masa kerja sampai dengan 10 tahun Rp 2,23 juta

* Masa kerja sampai di atas 10 sampai 20 tahun Rp 2,56 juta

* Masa kerja sampai dengan di atas 20 tahun Rp 2,97 juta

2. Pendidikan SMA/D1/sederajat

* Masa kerja sampai dengan 10 tahun Rp 2,73 juta

* Masa kerja sampai di atas 10 sampai 20 tahun Rp 3,15 juta

* Masa kerja sampai di atas 20 tahun Rp 3,73 juta

3. Pendidikan D2/D3/sederajat

* Masa kerja sampai dengan 10 tahun Rp 2,96 juta

* Masa kerja sampai di atas 10 sampai 20 tahun Rp 3,41 juta

* Masa kerja sampai di atas 20 tahun Rp 4,04 juta

4. Pendidikan S1/D4/sederajat

* Masa kerja sampai dengan 10 tahun Rp 3,48 juta

* Masa kerja sampai di atas 10 sampai 20 tahun Rp 4,04 juta

* Masa kerja sampai di atas 20 tahun Rp 4,76 juta

5. Pendidikan S2/S3/sederajat

* Masa kerja sampai dengan 10 tahun Rp 3,73 juta

* Masa kerja sampai di atas 10 sampai 20 tahun Rp 4,3 juta

* Masa kerja sampai di atas 20 tahun Rp 5,11 juta

Lalu, berapakah besaran yang akan diterima para PNS, TNI-Polri, dan pensiunan tahun ini?

Berdasarkan pasal 5 ayat (1) beleid tersebut dinyatakan bahwa besaran gaji ke-13 akan diberikan paling banyak sebesar penghasilan PNS yang bersangkutan pada bulan Juli.

"Dalam hal penghasilan pada bulan Juli sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum dibayarkan sebesar penghasilan yang seharusnya diterima karena berubahnya penghasilan, kepada yang bersangkutan tetap diberikan selisih kekurangan gaji, pensiun, tunjangan, atau penghasilan ketiga belas," ujar beleid tersebut.

Untuk PNS, prajurit TNI, atau anggota Polri yang telah meninggal dunia, tewas, atau gugur, serta hilang. Maka besaran gaji ke-13 yang diterima akan sebesar satu bulan gaji terusan pada bulan Juli.

Sebagai informasi tambahan, besaran anggaran gaji ke-13 tahun 2020 lalu mencapai Rp 28,5 triliun.

Mengenai anggaran akan dibebankan pada instansi atau lembaga tempat PNS, prajurit TNI, atau anggota Polri tersebut bekerja. (*)

(Bangkapos.com/Mitrya)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved