Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Stok Darah di PMI Pangkalpinang Menipis, Tinggal 49 Kantong, Warga Takut Donorkan Darah Saat Pandemi

Stok darah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai menipis saat Ramadhan.

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Stok darah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai menipis saat Ramadhan. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Stok darah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai menipis saat Ramadhan.

Di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pangkalpinang saja hanya tinggal 49 kantong darah yang tersisa.

Ini dikarenakan masyarakat yang sempat takut mendonorkan darahnya selama Pandemi Covid-19.

"Stok darah kan ada empat golongan dari empat itu bisa diolah keberbagai komponen, ada sel darahnya saja atau trombosit. Kalau trombosit itu dari darah segar kemudian diolah dan ada masa kedaluwarsa selama lima hari, lewat batas itu tidak bisa digunakan lagi," jelas Kepala Bagian Pelayanan PMI Kota Pangkalpinang, dr Sjeneileila Boer kepada Bangka Pos, Jumat (16/4/2021).

Sjeneileila mengatakan, dari 49 kantong tersebut terdiri dari 24 kantong darah golongan A, 11 kantong dengan sel darah lengkap (WB) dan 13 kantong dengan sel darah merah pekat (PRC).

Untuk golongan darah B terdapat 13 kantong, 11 kantong WB dan dua kantong PRC. 

Golongan darah AB 10 kantong, 9 WB dan 1 PRC. Sedangkan, untuk golongan darah O menipis dengan hanya tersisa dua kantong saja.

Meskipun demikian, stok darah tersebut diperkirakan tidak dapat bertahan selama tiga minggu kedepan.

"Tidak sampai tiga minggu juga sudah menipis karena setiap hari banyak yang membutuhkan. Maksudnya, pasien yang membutuhkan darah itu makin banyak, jadi pendonor juga harus lebih banyak," ungkapnya.

Kepala Bidang Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Kota Pangkalpinang, Merinda menambahkan terbatasnya stok darah dikarenakan terbentur dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

"Kalau orang yang sudah vaksin itu tidak boleh donor darah, setelah vaksin kedua, baru bisa donor kembali. Kemarin juga banyak instansi yang ingin donor darah tetapi tertunda karena vaksinasi," ungkapnya. 

Selain itu, dengan stok darah yang menipis ia berharap masyarakat Kota Pangkalpinang dapat menjadi pendonor rutin di PMI Kota Pangkalpinang setiap tiga bulan sekali.

"Misalnya masyarakat di setiap kecamatan di Pangkalpinang dapat menjadi pendonor rutin, walaupun hanya 30 kantong tidak apa-apa," kata Merinda. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved