Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sudah Dua Pekan Delapan Kontainer Zirkon Ditahan, DPRD Minta Hasil Pemeriksaan Disampaikan Terbuka

Sabtu (17/4/2021) besok, tepat dua pekan Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) menahan delapan kontainer berisi zirkon siap ekspor

Bangkapos.com/Dok
Petugas Indonesia Port Corporation (IPC) Pangkalbalam, Pangkalpinang, Bangka Belitung, membongkar karung yang berisi Zirkon di dalam depan kontainer, di Pelabuhan Pangkalbalam, Minggu (4/4/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Sabtu (17/4/2021) besok, tepat dua pekan Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) menahan delapan kontainer berisi zirkon siap ekspor ke China.

Kontainer itu telah dimuat di atas kapal, kemudian kembali diturunkan untuk dilakukan pemeriksaan dokumen dan material muatan oleh Pihak Bea Cukai dan ESDM.

Penghentian ekspor itu terjadi pada Sabtu (3/4/2021) malam, kemudian pada Minggu (4/4/2021) paginya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementrian ESDM Ridwan Djamaluddin datang langsung ke Bangka Belitung (Babel).

Ia mengintruksikan untuk memeriksa dan mengambil sampel 200 ton mineral ikutan zirkon yang berada dalam kontainer, untuk memastikan mineral ikutan di dalamnya, kemudian ia menyampaikan dalam dua minggu hasil pemeriksan akan diketahui.

Terkait proses hukum yang sedang bergulir, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bangka Belitung, Azwari Helmi, Jumat (16/4/2021) mengharapkan, apapun hasil  pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Kementrian ESDM dapat disampaikan secara terbuka.

"Harus disampaikan secara terbuka hasilnya secara luas ke media di Bangka Belitung ini. Biar diketahui oleh masyarakat banyak jangan nanti sampai dinilai negatif," harap Helmi kepada Bangkapos.com, hari ini.

Kemudian, Helmi juga menyinggung persolan asal pasir zirkon, yang seharusnya juga dibeberkan berasal dari mana, apakah sesuai dengan IUP perusahan, sehingga jangan hanya sekedar melihat kadar tetapi hasil tambang dari mana berasal.

"Mengenai zirkon ini coba jangan sekedar melihat kadarnya. Tetapi lihat benar-benar di mana sumber zirkon itu, dari mana sumber bahan tambangnya, mineral ikutan dari mana asalnya. Jangan hanya melihat kadar-kadar, minta bantuan instansi terkait dan aparat hukum," jelas Politisi PPP ini.

Dia menegaskan bukan tidak percaya dengan hasil kadar yang ada, namun baiknya juga dilibatkan instansi yang ada di daerah maupun pemerintah daerah dan aparat hukum untuk mencari tahu.

"Bukan tidak percaya dari hasil kadar dari Jakarta, tetapi kejadian seperti ini jangan  terulang lagi kedepan dari mana datang barang itu. Minta bantuan aparat hukum terkait cek dari mana asal barangnya. Dilihat betul apakah sesuai dengan IUP perusahaan,"ujarnya.

Ia menjelaskan apabila nanti hasil pemeriksaan Kementrian ESDM telah disampaikan, ia mengharapkam ada tindak lanjut berkaitan dengan logam tanah jarang yang ada di Babel ini.

"Kalau memang tidak sesuai kadarnya 65 persen tidak boleh dikirim. Jangan dikirim, jangan seenak-enaknya bermain dengan aturan itu. Harus ada tindakan tegas sesuai dengan aturan hukum. Tetapi apabila hasilnya memang benar tidak bisa mengelak karena telah sesuai aturan hanya ini harus menjadi pembelajaran,"ujarnya.

Sementara itu Bangkapos.com, berusaha untuk minta data terkait berapa jumlah banyak izin usaha pertambangan (IUP) zirkon yang aktif dan masih aktivitas penambangan ke ESDM Babel. Namun, Plt Kepala ESDM Babel Amir Syahbana, menyarankan ke Dirjen Minerba saja.

"Semua data terkait pertambangan telah kami serahkan kepada Dirjen Minerba. Sehingga silakan berkoordinasi dengan Ditjen Minerba terkait data pertambangan," elak Amir. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved