Breaking News:

Wajib Tahu, Benarkah Tidurnya Orang Berpuasa adalah Ibadah? Begini Penjelasan Hadisnya

Wajib Tahu, Benarkah Tidurnya Orang Berpuasa adalah Ibadah? Begini Penjelasan Hadisnya

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ilustrasi tidur 

BANGKAPOS.COM- Masyhur beredar di kalangan masyarakat awam bahwa tidurnya orang yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan dinilai sebagai ibadah.

Benarkah demikian adanya. Dikutip dari harakah.id, kebanyakan masyarakat masih menganggap bahwa dengan hanya tidur saja, seorang yang berpuasa di siang Ramadan seperti telah melaksanakan suatu ibadah.

Ibadah sendiri artinya adalah bersikap patuh dengan benar-benar menundukkan hati terhadap apa-apa yang datang dari Rasulullah Saw berupa perbuatan menaati perintah atau menjauhi larangan. 

Pada prinsipnya, dalam ibadah, semuanya batal, sehingga ada dalil yang memerintahkannya.

Oleh karenanya, apa dalil yang dapat dipahami untuk menunjukkan tidurnya orang puasa adalah bagian dari ibadah?

Dalam hal ini, ada sebuah hadis yang sering didengungkan pada saat Ramadan datang yaitu:

نَوْمُ الْصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصَمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ

“Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipatgandakan (pahalanya), doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni.”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam kitabnya Syu’ab al-Iman, yang kemudian oleh Imam al-Suyuti dinukil ke dalam kitabnya al-Jami al-Shaghir dengan berkomentar dhaif  (lemah) untuk standar kualitas hadisnya.

Imam al-Baihaqi sendiri pun telah terlebih dahulu mengomentari hadis ini dengan kedhaifan salah satu rawi (periwayat) nya yaitu Ma’ruf bin Hisan, bahkan di dalam sanad (rantai periwayat) hadis ini terdapat nama Sulaiman bin Amr al-Nakha’i yang kualitasnya lebih dhaif dari pada Ma’ruf. 

Halaman
12
Editor: M Zulkodri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved