Breaking News:

Otomotif

Kebiasaan Lumrah tapi Salah, Jangan Pakai Lampu Hazard Saat Hujan

Sampai saat ini masih banyak pengemudi mobil salah kaprah dalam memanfaatkan fitur yang ada.

Editor: Ajie Gusti Prabowo
Istimewa
Ilustrasi 

BANGKA POS. COM - Berkendara saat hujan besar disertai angin kencang rupanya bukan hanya seputar masalah kesiapan mobil, tetapi juga kebiasaan pengemudi.

Selain harus meningkatkan kewaspadaan, pengemudi juga wajib mengerti tiap fungsi dan fitur yang ada pada kendaraannya.

Sampai saat ini masih banyak pengemudi mobil salah kaprah dalam memanfaatkan fitur yang ada.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu pernah menyampaikan bahaya menyalakan hazard saat berkendara dalam kondisi hujan.

Menurut Jusri, hazard selain membuat pengendara lain bingung, sinar lampu yang selalu berkedip dapat menurunkan konsentrasi pengendara di belakang.

"Jarak pandang minim saat hujan deras. Jika sampai ada yang menyalakan hazard, tentu itu bisa membuat pandangan pengendara di belakang menjadi silau hingga hilang konsentrasi," ujar Jusri belum lama ini kepada Kompas.com.

Fungsi lampu hazard sendiri sebetulnya sudah diatur dalam Undang-undang.

Dilansir dari media sosial Facebook Divisi Humas Mabes Polri, hazard lamp (lampu darurat) atau biasa disebut lampu hazard adalah lampu yang hidup bersamaan ketika tombol (bergambar segitiga merah) ditekan.

Fungsi utamanya adalah sebagai penanda keadaan darurat yang dialami oleh pengemudi.

Hal tersebut tertulis dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang menyatakan, "Setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan".

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved