Breaking News:

Otomotif

Kebiasaan Lumrah tapi Salah, Jangan Pakai Lampu Hazard Saat Hujan

Sampai saat ini masih banyak pengemudi mobil salah kaprah dalam memanfaatkan fitur yang ada.

Istimewa
Ilustrasi 

Maksud "isyarat lain" adalah lampu darurat dan senter. Lalu kata "keadaan darurat" diartikan sebagai kendaraan dalam keadaan mogok, mengalami kecelakaan lalu lintas, atau sedang mengganti ban.

Pun, yang ditekankan oleh Polri dan untuk menjadi perhatian pengemudi, terdapat kebiasaan yang menyalahgunakan fungsi lampu hazard, seperti berikut ini:

1. Menggunakan saat hujan.
Menggunakan saat hujan hanya membingungkan pengemudi di belakang karena saat lampu hazard dinyalakan, lampu sein tidak berfungsi. Pengemudi cukup berhati-hati sjaa saat hujan atau dengan menghidupkan lampu utama.

2. Saat memberi tanda lurus di persimpangan.
Ini tidak perlu, karena dengan tanpa menghidupkan lampu sein berarti sudah menandakan akan bergerak lurus ke depan.

3. Ketika berada di lorong gelap.
Misalnya masuk terowongan, hazard tidak perlu dinyalakan karena tidak ada efeknya. Yang ada hanya membingungkan kendaraan di belakang. Cukup menyalakan lampu senja atau lampu utama karena lampu merah di belakang mobil sudah menyala yang artinya memberi tanda bahwa ada mobil di depan.

4. Dalam kondisi berkabut.
Cukup menyalakan lampu kabut (fog lamp) yang berwarna kuning atau lampu utama. "Dengan mengetahui hal-hal yang disebutkan di atas, diharapkan para pengguna jalan dapat lebih cerdas dalam mengemudi. Tidak mengikuti kebiasaan yang lumrah namun salah," begitu pesan yang ditulis Humas Mabes Polri. (kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pakai Lampu Hazard Saat Hujan, Kebiasaan Lumrah tapi Salah"

Editor: Ajie Gusti Prabowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved