Breaking News:

MRI Bangka Belitung, Komunitas Wadah Pemuda Membina Karakter Kerelawanan

Komunitas Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bangka Belitung mulai terbentuk sejak 2016 silam kemudian diresmikan bulan Oktober 2019.

istimewa
Satu kegiatan MRI Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Komunitas Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bangka Belitung mulai terbentuk sejak 2016 silam kemudian diresmikan bulan Oktober 2019.

Komunitas dalam naungan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bangka Belitung ini bergerak dibidang kerelawaanan dengan program kemanusiaan, sosial dan multi sektoral.

Adapun kegiatan MRI yang dilakukan meliputi pendidikan dan pelatihan kerelawanan (Orientasi Relawan, Volunteer Classs, TFT, Volunteer Camp), Beriman (Berbagi Makanan), Gerakan Sedekah Pangan Nasional, Aksi Peduli Pendidikan, Aksi Peduli Lingkungan, Aksi Satu Bantu Satu, Aksi Bisa Sembuh, Aksi Peduli Santi dan Yatim serta Emergency Respon Kebencanaan.

"MRI ini terbentuk saat tsunami di Aceh, itu bencana yang besar dan memperlukan banyak tenaga relawan, maka dibentuk MRI dengan tujuan utama membentuk dan mendidik jiwa relawan di Indonesia," ujar Head of Volunteer MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) Babel, Arinda Unigraha.

Komunitas ini memiliki 663 relawan yang tersebar di lima kabupaten kota di wilayah pulau Bangka.

"Antusias relawan cukup tinggi, bertambah 10 sampai 15 relawan baru, kegiatan bertambah dan banyak kegiatan baru yang digagas oleh relawan di desa, ini murni kerelawanan tanpa digaji," kata Arinda.

Menjadi relawan MRI tidak ada ketentutan khusus, tak memandang usia dan profesi asalkan niat saling membantu sesama bahkan ada cluster khusus bila relawan memiliki kemampuan tertentu.

"Alasan orang ingin menjadi relawan, karena informasi terbuka luas, para pemuda terbuka pandangannya dengan kondisi bencana baik di luar atau di dalam Bangka, yakinlah ketertarikan itu karena ada rasa peduli dan iba sehingga mereka mencari wadah untuk bergabung di dunia kerelawanan, maka ada MRI untuk membina karakter kerelawanan," kata Arinda.

Kedepannya MRI fokus melakukan pengalangan dana di berbagai titik wilayah pulau Bangka Belitung untuk membantu korban bencana dan melakukan orientasi relawan di 100 desa yang sudah berjalan di 60 desa.

"Harapannya teman-teman relawan tetap semangat dan tetap pada tujuan utama serta tidak ada embel-embel apapun, benar-benar atas nama kemanusiaan. Relawan juga dapat bersinergi dan kolaborasi dengan pemerintah, swasta, instansi pendidikan, komunitas dan ormas, yang bisa dirangkul oleh MRI," kata Arinda. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved