Breaking News:

Warga Bisa Mudik Lebaran Lebih Cepat, Satgas Covid-19 Bangka Belitung Tunggu Petunjuk Pusat

Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik bagi yang merayakan lebaran Idul Fitri di kampung halaman.

Bangka Pos/Cici Nasya Nita
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa saat Live Streaming Bangka Pos 12 Jam Bersama Penyintas Covid-19, Rabu (10/2/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik bagi yang merayakan lebaran Idul Fitri di kampung halaman.

Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah.

Pemberlakuan dimulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021. 

Mesti begitu, aturan tersebut dapat diantisipasi warga dengan melakukan mudik lebih cepat dari tanggal yang ditentukan.

Mengenai hal tersebut, Sekretaris Percepatan,Penanganan Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, mereka belum dapat menyampaikan terkait antisipasi warga yang ingin melakukan mudik lebih cepat.

"Kami masih menunggu petunjuk teknis soal hal tersebut. Karena antisipasi mudik lebih cepat ini baru muncul dan belum ada aturan yang mengaturnya seperti berupa surat edaran (SE) dari pemerintah pusat,"jelas Mikron Antariksa kepada wartawan, Sabtu (17/5/2021).

Selain itu, Mikron juga mengatakan belum ada rencana apakah warga yang melakukan mudik lebih cepat harus melakukan karantina mandiri di rumah atau isolasi di masing-masing wilayah.

"Pemerintah melarang mudik itu memang tujuanya untuk menghindari terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19. Dengan adanya mudik lebih cepat tentunya akan berdampak seperti itu, sehingga perlu ada tindakan terhadap yang mudik duluan ini,"ujarnya.

Untuk mengatasi itu, Mikron mengatakan akan melakukan koordinasi dengan masing-masing Satgas Covid-19 di kabupaten/kota sambil menunggu petunjuk Satgas pusat dalam mengatasinya.

"Karena tahun lalu kan mereka yang datang dari luar kota harus dikarantina di rumah tidak kemana-mana. Untuk tahun ini kita masih koordinasikan dengan tempat wisma karantina yang ada di kabupaten/kota terkait teknisnya. Sembari kita menunggu petunjuk yang dikeluarkan pemerintah pusat nantinya,"terangnya. 

Kemudian untuk larangan mudik yang berlaku 6 Mei hingga 17 Mei 2021, kata Mikron, mereka akan membentuk tempat verifikasi terhadap pengguna tranportasi yang ingin pulang ke daerah masing-masing. 

Terutama dengan alasan di luar mudik seperti berita duka, tugas pekerjaan dan lainya yang ditandai dengan surat keterangan perjalanan.

"Kemudian juga kami bersama petugas di pelabuhan, bandara dan pengelola angkutan laut dan udara, semua forkopimda lainya bekerjasama untuk melaksnakan pekerjaan ini,"ujarnya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved