Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Banyak Pedagang Musiman di Bulan Puasa, Ekonom : Daya Beli Mulai Meningkat

Ekonom sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Devi Valeriani mengakui bulan ramadhan sangat identik dengan ramainya kuliner.

Ist/Devi
Ekonom atau Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Devi Valeriani 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Ekonom sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Devi Valeriani mengakui bulan ramadhan sangat identik dengan ramainya kuliner atau jajanan pinggir jalan menjelang berbuka puasa 

"Minggu pertama ramadhan sangat terasa banyak sekali pedagang-pedagang musiman yang menawarkan berbagai variasi kuliner, mulai dari minuman, jajanan pasar sampai ke jenis makanan-makanan lauk pauk.  

Rumah tangga pun mulai mengalokasikan sebagian pendapatannya dalam bentuk konsumsi kebutuhan Ramadhan tersebut, artinya daya beli masyarakat mulai tampak meningkat," ungkap Devi, Minggu (18/4/2021) saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

Lebih lanjut, ia menyebutkan pandemi Covid-19 belum berakhir, artinya rumah tangga harus tetap mewaspadai standard kesehatan yang harus diterapkan pada diri masing-masing dan anggota keluarga, sehingga kondisi tersebut akhirnya menciptakan perilaku konsumen yang lebih memilih untuk di rumah dan melakukan pembelian online dibandingkan harus beli langsung ke luar. 

"Untuk itu, produsen kuliner mau tidak mau memanfaatkan teknologi demi aktivitas penjualan yang lebih maksimal. Untuk itu produsen kuliner harus melakukan terobosan dengan  layanan jasa antar untuk memudahkan konsumen dalam mendapatkan produk yang ingin dibeli. Kondisi pandemi memaksa pelaku usaha harus merubah sistem penjualan yang tidak hanya offline tetapi juga online," jelas Devi.

Hal ini dikarenakan masih banyak rumah tangga yang menghindari kerumunan dan ketat dalam menjaga kesehatan. 

"Di Kota  Pangkalpinang pun maraknya pedagang-pedagang pasar Ramadhan. Omzet yang mereka dapatkan sangat bervariatif tergantung kepada jualan yang mereka tawarkan. 

Jenis jajanan pasar kue-kue sangat banyak dibeli dan omzet rata-rata yang mereka peroleh mencapai minimal 300 ribu dengan netto profit maksimal sampai dengan 30 persen," kata Devi.

Kondisi ini menggambarkan bahwa situasi perekonomian daerah mulai menampakkan arah pertumbuhan yang positif. 

Namun, hal yang harus diantisipasi adalah menjelang dan selama bulan Ramadan, biasanya harga bahan baku menjadi tidak stabil. 

Demi mengantisipasi lonjakan harga, produsen harus teliti dalam memperhitungkan jumlah order dan ketersediaan stok serta bahan baku.

"Selain itu, adanya pembatasan sosial mungkin juga berpengaruh pada waktu datangnya bahan baku yang dipesan oleh produsen," kata Devi.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved