Breaking News:

Ramadhan 2021

Buka Warung Siang Hari di Serang Terancam Penjara dan Denda

Bilamana masih melaksanakan, masih buka, masih melayani di siang hari, maka itu akan dikenai sanksi. Sanksinya pidana bisa berbentuk sanksi kurangan

net
Puasa 

BANGKAPOS.COM -- Kebijakan Pemerintah Kota Serang yang mengancam denda hingga pidana bagi warung yang buka pada siang hari selama ramadan, mendapat sejumlah kritikan.

Salah satunya dari dosen Universitas Indonesia, Ade Armando.

Ade bahkan menyebut, kebijakan tersebut sebagai 'keterbelakangan'

"Di Serang, warga yang ketahuan buka warung siang hari saat puasa didenda Rp 50 juta. Indikasi keterbelakangan," tulis Ade Armando di akun Twitternya pada Minggu (18/4/2021).

Sebelumnya, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, penutupan rumah makan dan sejenisnya pada siang hari selama bulan Ramadan adalah hasil kesepakatan bersama dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Serang.

Menurut Syafrudin, penutupan rumah makan dilakukan untuk menghargai umat Islam menjalankan ibadah puasa.

"Itu (aturan) sudah kesepakatan bersama Forkopimda , MUI, Kemenag. Memang kami menyadari di Kota Serang (masyarakatnya) bukan muslim saja, ada agama lain. Tapi itu tidak bisa tawar lagi," kata Syafrudin kepada wartawan, Jumat (16/4/2021) disadur dari Kompas.com.

Kalau pun ada masyarakat tak setuju, seperti non muslim atau wanita hamil dengan edaran yang dikeluarkan oleh Pemkot Serang, Syafrudin meminta untuk menghormatinya.

"Iya kan bisa saja makan di rumah, dan intinya saling menghargai, terutama orang yang puasa," ujar Syafrudin.

 Terkait sanksi bagi pengelola restoran, rumah makan, kafe yang nekat beroperasi, Syafrudin  mengakui sudah ada aturannya di Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 2 tahun 2010.

Halaman
123
Editor: khamelia
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved