Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Positif Corona Capai 11.062, Satgas Covid Babel Ingatkan Penjual Takjil yang Munculkan Kerumunan

Provinsi Bangka Belitung hingga, Sabtu (17/4/2021) kasus terkonfirmasi telah mencapai 11. 062 kasus, meninggal dunia 179 kasus

Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Virus Corona 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Pendemi Covid-19 masih menjadi ancaman kesehatan bagi penduduk Indonesia termasuk di Provinsi Bangka Belitung.

Provinsi Bangka Belitung hingga, Sabtu (17/4/2021) kasus terkonfirmasi telah mencapai 11. 062 kasus, meninggal dunia 179 kasus dan sembuh 9.682 kasus.

Demi mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas, Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung mengingatkan penjual takjil yang menyebabkan kerumunan di tempat umum.

Sekretaris Percepatan, Penanganan Covid-19 Mikron, Antariksa, mengatakan, pihak Satgas Covid-19 terus melakukan sosialisasi protokol kesehatan terhadap para penjual dadakan makanan di setiap bulan ramadhan. Ini dilakukan untuk mencegah kerumunan dan mata rantai pandemi corona dapat dihentikan.

"Kita lihat untuk saat ini di pinggir jalan banyak yang berjualan takjil, jadi sosialisasi kita lakukan untuk meminta yang menjual dan membeli saling menjaga satu sama lainya, terutama menggunakan masker dan jaga jarak,"ujar Mikron kepada Bangkapos.com, Minggu (18/4/2021).

Dia mengatakan, untuk para pembeli makanan yang ingin dimasak harus dicuci terlebih dahulu, termasuk membeli makanan jenis lainya. Karena banyak kontak erat dan bekas dipegang oleh pembeli lainnya.

"Kepada yang membeli harus dicuci bersih dan cuci tangan setiap usai berbelanja itu sebagai upaya antisipasi. Kemudian melaksnakan protokol kesehatan untuk para penjual takjil seperti memakai masker," harapnya.

Mikron mengakui, dari kerumunan para pembeli yang ingin membeli takjil dapat menyebabkan potensi penularan yang cukup tinggi sehingga harus bersama-sama disadari.

"Potensi penularan cukup tinggi dari aktivitas masyarakat dan terkait itu tentu bisa saja bisa menyebabkan kasus menjadi naik secara signifikan. Singga baik protokol kesehatan atau prokes kita jalankan,"katanya.

Selain itu, untuk penindakan dan pemetaan lokasi mana saja yang sering menyebabkan kerumunan, Mikron mengatakan akan melakukan koordinasi dengan Satga di kabupaten/kota sebagai sebagai pemilik wilayah.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved