Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Kartobi 16 Tahun Tekuni Usaha Sol Sepatu, Sempat Sepi, Kini Sehari Bisa Kantongi Rp 150.000

Hari menjelang siang, panas terik yang menyengat sekaan tak dihiraukan Kartobi (49), tukang reparasi sol sepatu dan sandal di sekitaran terminal lama

Bangkapos.com/Vigestha Repit
Kartobi, pengusaha reparasi sol sepatu dan sandal di Jalan Baru (depan Ramayana) Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hari menjelang siang, panas terik yang menyengat sekaan tak dihiraukan Kartobi (49), tukang reparasi sol sepatu dan sandal di sekitaran terminal lama, Jalan Pasar Baru, Gerunggang, Kota Pangkalpinang.

Berbekal jarum dan benang khusus menjahit sepatu, Kartobi dengan cekatannya menjahit sepatu-sepatu milik pelanggan. Aktivitas tersebut memang sudah menjadi kegiatannya sehari-harinya selama 16 tahun terakhir ini.

"Tahun ini, Alhamdulillah sedikit-sedikit permintaan reparasi sepatu dan sandal mulai kembali banyak, jauh berbeda dengan tahun kemarin yang amat sepi," ungkap Kartobi kepada tim Bangkapos.com, (19/04/2021) siang.

Dikatakan Kartobi, permintaan jasa reparasi sol sepatunya bertambah dikarenakan aktivitas sekolah dan bekerja di sejumlah tempat yang sudah kembali diberlakukan.  

"Kalau tahun kemarin kan peraturan sangat ketat karena pandemi, anak sekolahan masih daring, pekerja harus WFH, dan aktivitas berinteraksi sosial amat dibatasi. Kalau sekarang aktivitas sosial mulai dilonggarkan, sudah ada yang kembali sekolah dan bekerja, jadi mulai banyak pesanan," cerita Kartobi.

Sehari-harinya, Kartobi mangkal di terminal lama, di depan Ramayana Kota Pangkalpinang. Ia membuka lapak sol sepatunya setiap hari, dari mulai pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB.

Diungkapkan Kartobi, perhari ia bisa mendapatkan penghasilan kurang lebih Rp 150.000.

"Rata-rata dalam sehari bisa sampai 10 sepatu," tutur bapak dua anak ini.

Kartobi mematok harga Rp 15.000 untuk setiap pasang sepatu dan sandal.

Diakui Kartobi, selama dua tahun terakhir ini ia harus kehilangan banyak permintaan reparasi sepatu yang biasanya kerap ia terima jelang bulan Agustus.

"Biasanya kalau Agustus, ada event pawai. Disitu biasanya banyak sekali pelanggan yang meminta reparasi sepatu untuk kegiatan jalan santai dan karnval. Sekarang semenjak event tersebut dihentikan, kami para pengusaha jasa sol sepatu merasa agak kesulitan," jelasnya.

Kendati demikian Kartobi selalu bersyukur dengan berapapun penghasilan yang ia terima.

"Berapa pun penghasilan yang saya dapat itulah rezeki saya dan harus saya syukuri," ungkapnya tersenyum sumringah.

Besar harapan Kartobi agar pandemi Covid-19 ini cepat usai agar ia dan pedagang-pedagang yang lainnya dapat memiliki penghasilan yang kembali normal.

(Bangkapos.com/Vigestha Repit)

Penulis: Magang5
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved