Breaking News:

Ramadhan 2021

Mutiara Ramadan: Momentum Meraih Kesucian Diri

BILA kita mengi’tibarkan Ramadan sebagai sebuah institusi pendidikan yang menawarkan bergam disiplin ilmu yang memiliki keunggulan dan variannya

Bangkapos.com/dok
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangka Belitung Dr Zayadi Hamzah . 

BILA kita mengi’tibarkan Ramadan sebagai sebuah institusi pendidikan yang menawarkan bergam disiplin ilmu yang memiliki keunggulan dan variannya masing-masing serta berbagai kegiatan ekstra kurikuler yang dapat menambah keahlian masyarakat kampus, baik yang berkaitan dengan pengembangan akademik maupun dalam rangka pengembangan profesi dan beragam ilmu kemasyarakatan serta praktik-praktik keagamaan  sebagai modal masa depan untuk meraih kesuksesan. 

Kesimpulan besarnya adalah sejauhmana insan kampus dapat memanfaatkan kesempatan yang telah ditawarkan oleh institusi ? 

Bila Ramadan dinisbahkan sebagai sebuah insitusi justru memiliki tawaran tersendiri yang diberikan Allah  dengan sederetan keistimewaannya, yaitu bulan bertaburan rahmat, bulan penuh barokah dan bulan berteberan ampunan, dilipatgandakannya pahala ibadah, diberikan nilai ibadah setara dengan seribu bulan (dalam istilah Al Quran disebut dengan Lailatul Qodar) dan banyak lagi keistimewaan lain yang tercurah melalui rahmatNya.  

Allah telah memberikan kesempatan bagi seorang muslim untuk meraih taburan pahala ibadah dalam Bulan Ramadhan. Ramadhan adalah institusi rahani yang menawarkan pendidikan spiritual bagi kita dalam melatih mentalitas kita untuk berbuat kebaikan dan menghentikan segala keburukan.

Salah satu fadhilah dan keistimewaan yang terdapat di dalam bulan Ramadhan adalah Ampunan dari Allah Azza wa Jalla. Kemuliaan paling berharga bagi seorang beriman diampuni dosa dosanya oleh Allah dan mendapatkan keridhaan-Nya. 

Bentuk pengampunan ini tergambar dalam fase 10 hari Ramadan dengan istilah manghfiroh yang bermakna memberi ampunan. sebagaimana hadist Rasulullah SAW bahwa “ dibukakan pintu ampunan seluas-luasnya bagi mereka yang menjalakan ibadah”.

Motivasi atau dorongan untuk beribadah dan memohon ampunan Allah atas dosa-dosa kita menjadi semakin relevan di tengah situasi Pandemi Covid 19 yang melanda dunia tidak terkecuali kita di Indonesia khususnya masyarakat Bangka Belitung, sehingga melahirkan rasa takut dan kekhawatiran serta telah membuat terbatasnya akses kita, terutama aktivitas yang berkaitan dengan upaya pememenuhan kebutuhan hidup sehari-hari akibat ekonomi yang mengalami penurunan.  

Melalui Ramadan kita sempurnakan kesempatan untuk bertaubat dengan berpuasa, memperbanyak ibadah seraya intropeksi diri dan menyesali segala bentuk kealpaan kita kepada Allah

Taubat  merupakan media bagi seorang muslim untuk meraih kesucian diri. Dalam sebuah hadits disebutkan  yang artinya “ … Sungguh terhina dan rendah seseorang yang datang kepadanya Ramadan, namun Ramadan itu telah berlalu begitu saja tanpa diampuni baginya atas dosa dosanya…” (HR. Tirmidzi)

Beribadah pada bulan Ramadhan adalah sebuah perjuangan melawan kekufuran, perjuangan indahmnya peribadatan melawan  godaan kemaksiatan, di mana iman kita diuji apakah kita dapat berpuasa dengan sempurna denganm menahan lapar dan dahaga serta bisikan nafsu syahwati yang menjadi penghalang ibadah. Inilah yang disebut dengan ramadhan sebagai bulan jihad yaitu bulan perjuangan dalam menentang kezaliman dan ketidakadilan. 

Halaman
123
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved