Breaking News:

Berita Sungailiat

Pakar Nuklir Ini Ingatkan Bahaya Tailing Timah Karena Mengandung Unsur Radioaktif Berbahaya

Diingatkannya dalam tailing atau produk samping pengolahan timah ini yakni mineral monazite dan xenotime ini juga terdapat unsur radioaktif

Bangkapos.com/Edwardi
Pakar Teknologi Nuklir dan Pengolahan Bahan Mineral alumni S2 Universitas Gadjah Mada, Akbar Yulandra. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pakar Teknologi Nuklir dan Pengolahan Bahan Mineral alumni S2 Universitas Gadjah Mada, Akbar Yulandra (26) mengatakan terkait potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) yang saat ini banyak dibicarakan masyarakat memiliki nilai ekonomis tinggi, salah satunya terdapat dalam mineral monazite dan xenotime.

"Kedua mineral monazite dan xenotime ini merupakan hasil produk samping dari proses penambangan timah yang sering disebut tailing. Dan di dalam mineral monazite dan xenotime ini mengandung unsur Uranium (U) dan Thorium (Th) yang merupakan bahan radioaktif bernilai ekonomi  tinggi yang banyak ditemukan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai bahan baku tenaga nuklir ," kata Akbar Yulandra, warga Desa Tiang Tara Kecamatan Bakam yang juga alumni sekolah unggulan SMAN 1 Pemali, Senin (19/04/2021) di Sungailiat.

Ditambahkannya, dalam mineral LTJ ini terdapat 17 unsur logam golongan aktanida dan laktanida, dimana saat ini LTJ menjadi incaran dunia karena harga mahal dan banyak manfaatnya, seperti sebagai katalis cracking pengolahan minyak, komponen smartphone, komponen sensor komputer dan kendaraan listrik yang saat ini lagi boomingnya.

Dalam pengolahan LTJ ini ada beberapa proses, kalau proses pemisahan dari bijih timah itu menggunakan peleburan atau fire metalurgi, tetapi untuk LTJ ini menggunakan hydro metalurgi atau menggunakan larutan untuk pemisahannya dan dipisahkan bertingkat-tingkat, tidak bisa sekali pisah langsung jadi jadi butuh proses pemurnian yang tinggi.

"Bila sudah menjadi komponen dalam produk misal dalam smartphone, maka ke depan ada tantangan untuk recycle kembali komponen LTJ dalam smartphone dan produk lainnya," tukas Akbar, alumni Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-Badan
Tenaga Nuklir Nasional (STTN BATAN ).

Diingatkannya dalam tailing atau produk samping pengolahan timah ini yakni mineral monazite dan xenotime ini juga terdapat unsur radioaktif Uranium dan Thorium, sehingga ada efek radioaktif yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

" Uranium dan Thorium merupakan bahan baku utama untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)," ungkapnya.

Diakuinya saat ini mineral Monazite dan Zirkon dilarang diekspor bila belum memenuhi persyaratan konsentrasi yang diperbolehkan, bila sudah memenuhi konsentrasi yang disyaratkan baru boleh diekspor sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

"Untuk pengelolaan LTJ ini baik pemerintah daerah, pusat dan para pemegang IUP dan pihak terkait lainnya agar duduk bersama untuk menyatukan bagaimana sebaiknya yang harus dilakukan baik dalam. Penambangan maupun pengelolaanya agar tetap tetap memperhatikan keselamatan lingkungan, karena ada unsur radiasinya maka pihak BATAN juga harus diikutkan," harap Akbar.

Menurut Akbar, saat ini SDM yang dimiliki Indonesia juga sudah bisa melakukan pengolahan atau pemisahan unsur dalam LTJ tersebut.

Halaman
12
Penulis: edwardi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved