Pangkalpinang Banjir
Rosdiansyah Mengeluh Lagi, Rumahnya Jadi Langganan Banjir, Begini Celotehnya
Rumah Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Rosdiansyah Rasyid di Bukittani, Jalan Jumat Yahya Pangkalpinang digenangi air akibat diguyur hujan deras
Penulis: Andini Dwi Hasanah |
BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Rumah Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Rosdiansyah Rasyid di Bukittani, Jalan Jumat Yahya Pangkalpinang digenangi air akibat diguyur hujan deras, Minggu (18/4/2021) malam.
Hal ini cukup membuat Rosdiansyah yang kerap disapa Dian itu kesal, lantaran tiap kali hujan deras, kawasan rumahnya di Kelurahan Bukittani hingga Bukitsari jadi langganan banjir.
Sudah belasan tahun ia tinggal di kawasan tersebut, belasan tahun pula ia selalu kerepotan saat musim penghujan tiba, sebab harus memindahkan barang-barang miliknya agar tak terendam banjir.
Tak hanya Dian, beberapa wagr asekitar juga mengeluhkan hal yang serupa. Genangan air berwarna coklat itu masuk kerumah dan mulai surut sejak pukul 22:30 WIB.
Dian berharap, Pemerintah Kota memang betul-betul serius dalam menangani banjir yang ada di Pangkalpinang, sebab ia merasakan langsung apa yang dirasakan oleh masyarakat.
"Kalau memang serius menangani banjir fokuskan lah di situ, kalau bisa secepatnya kan kasian masyarakat kalau seperti ini terus, kalau hujan deras sebentar langsung tergenang," kata Dian kepada Bangkapos.com, Senin (19/4/2021).
Dia menyebutkan, semalam dirinya dan lurah setempat langsung meninjau kawasan rumah masyarakat yang tergenang air kurang kebih satu meter.
"Saya langsung meninjau ke rumah masayarakat lainnya juga bersama lurah setempat kan kalau seperti ini terus kasian, harus ada lah uapaya sementara pemerintah kota sampai menunggu pompa air yang diajukan itu datang," tegasnya.
Dia berharap, waduk yang akan segera dibangun di belakang SMP Muhamdiyah Kota Pangkalpinang itu dapat segera dibangun.
"Kan nanti yang di belakang SMP Muhamadiyah itu akan di bangun waduk itu dari Dinas PU, nah saya minta untuk kepala Dinas PU untuk segera membangun waduk agar banjir ini sedikitnya teratasi, intinya harus ada penanganan sementara," jelasnya.
Ia juga mepertanyakan apa kerja Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Izuar, sebab sejak diguyur hujan selepas magrib kemarin, dan digenangi banjir tak terlihat Kepala BPBD ikut turun ke lapangan meninjau banjir.
"Karena banyak rumah yang terkena banjir memang di Bukittani ini, kasian lah kalau dibiarkan seperti ini, kalau bisa anggaran itu diusahakan selesai pembangunan 2021. Kan targetnya 2022 selesai tapi kalau di 2021 sudah selesai kan jauh lebih baik. Tapi apa fungsi kepala BPBD ni, masa iya anggota (BPBD) hanya lewat saja bukan membantu masyarakat," ujarnya.
Diakuinya, bila hujan sudah berhenti genangan juga perlahan akan surut. "Kalau hujan berhenti langsung surut, tapi kalau setiap musim hujan seperti ini kami kerepotan juga, makanya kami selalu minta Pemerintah Kota untuk serius menangangi permasalahn banjir," jelas Dian.
Dia juga menyebutkan, anggaran yang dikucurkan untuk penanganan banjir di Kota Pangkalpinang tidak lah sedikit, jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak teratasi.
"Karena kita tau anggaran yang dikucurkan tidak sedikit sampai dengan Rp40 Miliar, walapun tidak bisa seutuhnya tapi kami berharap bisa tekurangi sedikit permasalahn banjir ini," katanya.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Izuar, masih diupayakan konfirmasinya.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210419-rumah-rosdiansyah-banjir.jpg)