Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Sudah Dua Bulan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Diterapkan di Kota Ini, Ternyata Tak Ada Masalah

Dua bulan sudah dilaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka di beberapa sekolah di Pangkalpinang. Selama proses belajar tatap muka bergulir tidak di

bangkapos.com
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Dua bulan sudah dilaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka di beberapa sekolah di Pangkalpinang. Selama proses belajar tatap muka bergulir tidak ditemukan masalah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkalpinang, Eddy Supriadi, Senin (19/42021) memastikan hal itu. "Kalau sampai saat ini masih cukup baik, sebetulnya ada hikmahnya dengan Pandemi Covid-19 ini. Artinya siswa itu ada kemandirian tersendiri dalam pembelajaran, dan dengan tatap muka ini mereka punya antusias yang sangat luar biasa. Ternyata daring saja tidak cukup menjawab tantangan pembelajaran, kita apresiasi juga sekolah yang sudah persiapkan ini sejak lama," kata Eddy kepada Bangkapos.com, Senin (19/4/2021).

Kata Eddy, pemebelajaran tatap muka juga sudah sangat diharapkan oleh para orang tua siswa-siswi. Selama ini laporan dari beberapa sekolah yang melaksankan simulasi pembelajaran tatap muka semuanya cukup baik tanpa ada kendala.

"Kalau selama ini laporan yang masuk ke kita semuanya cukup baik, dan semua sekolah disambut antusias siswa-siswi yang luar biasa juga menyambut simulasi tatap muka ini. Dan sampai sekarang Alhamdulilah nya belum ada temuan yang terdampak akibat simuladi tatap muka, semoga tidak akan sampai akhir nanti," ujar Eddy.

Eddy menuturkan, jikapun nanti ada temuan guru ataupun pelajar yang terpapar cukup orang itu saja yang diliburkan dan beberapa orang yang berinteraksi erat yang dikarantina, tak perlu selururuh sekolah ditutup kembali.

"Misalkan ada yang terpapar ya yang bersangkutan aja, tidak harus semuanya dilockdown seperti dulu. Saya pikir jangan terlalu kita khawatirkan namun kita harus tetap waspada, intinya kita slaing menjaga saja," katanya.

Jika nanti kelas 9 selesai melaksanakan ujian akhir simulasi pembelajaran akan terus dilanjutkan oleh kelas di bawahnya. "Nanti kalau ujian sudah selesai kita lanjutkan kejenjang yang dibawhanya seperti kelas 2 SD, kelas 3, kelas 4, dan 5, begitu juga dengan kelas 1 SMP dan kelas 2 SMP, kalau kemarinkan memang kita fokuskan untuk kelas tingkat akhir duku karena akan menghadapi ujian untuk pemantapan materi pembelajran," jelasnya.

Pada akhirnya Eddy berharap pada semester baru nanti sudah bisa melaksanakan transisi pembelajaran tatap muka. "Di awal tahun pembelajaran 2021/2022 nanti itu semuanya sudah mengadakan transisi tatap muka, terus satu bulan kita evaluasi langsung new normal. Cuman formulanya nanti tetap akan kita atur 50 persen perkelasnya," katanya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved