Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tim Pengubur Jenazah Satgas Covid-19 Babel Tak Dapat Uang Operasional, Begini Tanggapan Anggota DPRD

Tim Satgas Covid-19 untuk membantu atau backup penguburan jenazah positif Covid-19 yang meninggal dunia tidak menerima bantuan operasional.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Sekretaris Satgas Percepatan, Penanganan Covid-19, Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengeluhkan, terkait kondisi keuangan Sekretariat Satgas yang beberapa bulan terakhir ini tidak memiliki anggaran kegiatan penanganan Covid-19 sama sekali.

Selain itu, kata Mikron mereka belum mendapatkan informasi dari tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Pemprov Babel, terkait pengajuan Rp8 miliar anggaran yang diajukan Satgas untuk penanganan Covid-19 disetujui atau tidak.

Akibatnya, hingga saat ini anggaran kegiatan tim Satgas Covid-19 untuk membantu atau backup penguburan jenazah positif Covid-19 yang meninggal dunia tidak menerima bantuan operasional atau uang lelah usai menguburkan jenazah.

"Pemakaman tidak ada apalah, untuk APD ada bantuan dari swasta dan pemerintah pusat yang membantu, tanpa ada uang operasional jadi sukarela, tidak dibayar," jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Senin (19/4/2021).

“Tetapi mereka tetap semangat bekerja, tahun lalu ada uang lelah ibaratnya diberikan perkegiatan sekitar Rp 100 ribu, sekali menguburkan jenazah korban Covid-19, tetapi tahun ini tidak ada.”

Ia mengatakan, dengan tidak adanya uang lelah tersebut, tim Satgas hanya menerima gaji Rp3,1 juta per bulannya. Sementara tidak ada anggaran kegiatan lainnya.

"Padahal mereka ini menguburkan jenazah sampai jam tiga malam, biasanya kami yang membantu atau backup Satgas yang di kabupaten/kota se Bangka Belitung. Sedangkan peningkatan kematian tahun ini luar biasa," ujarnya.

Dia menambahkan, tim Satgas Covid-19 Babel berjumlahnya kurang lebih 100 orang, terdiri dari pegawai tetap, kontrak dan relawan berjibaku bersama-sama dalam melakukan tugas menangani kasus Covid-19 di Babel.

"Jadi mereka ini yang secara bergantian menguburkan korban Covid-19, kemudian menyemprotkan handsanitizer, termasuk yang melakukan pengawasan di bandara dan pelabuhan," katanya.

Padahal, kata Mikron, saat ini juga mendekati lebaran idul fitri, banyak kegiatan yang akan dikerjakan tim Satgas, seperti melaksnakan edaran larangan mudik yang akan berlaku dalam waktu dekat ini.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved