Breaking News:

Airlangga Hartarto Sebut Perekonomian Indonesia Mulai Pulih, Proyeksi Tahun Ini Tumbuh 4,5 Persen

Perekonomian Indonesia yang menurun akibat pandemi Covid-19, kini perlahan mulai pulih.

ekon.go.id
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk alumni Kartu Prakerja guna mendorong pemberdayaan wirausaha di Indonesia. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Perekonomian Indonesia yang menurun akibat pandemi Covid-19, kini perlahan mulai pulih.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksikan perekonomian nasional akan tumbuh 4,5 persen sampai 5,3 persen tahun ini.

Pulihnya kondisi ekonomi Indonesia tidak lepas dari berbagai upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala Mikro (PPKM Mikro) membawa Indonesia menjadi negara yang saat ini memiiki kondisi pandemi Covid-19 relatif lebih baik dibandingkan global.

Baca juga ---> Airlangga Hartarto: PPKM Berskala Mikro Diperpanjang Mulai 20 April, Diperluas ke 5 Provinsi Baru

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan tersebut membawa ekonomi Indonesia mulai pulih dan diproyeksikan akan tumbuh 4,5 persen sampai 5,3 persen tahun ini.

Dia mengatakan, proses pulihnya ekonomi Indonesia didorong dengan kelanjutan percepatan Program Vaksinasi, Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan penerapan Undang-Undang Cipta Kerja.

“Rumus ini hanya dilakukan di Indonesia, tidak di negara lain, kita memilih untuk penanganan Covid-19 ditingkat mikro. Tentunya kalau penanganan Covid-19 di tingkat mikro, maka makronya akan lebih baik,” ujarnya dalam Diklat PIM-LAN secara virtual, Senin (19/4/2022).

Perkembangan Covid-19 Indonesia yang relatif lebih baik dibandingkan global tercermin dari tren persentase kasus aktif di Indonesia yang lebih rendah dari global dan kasus sembuh di Indonesia yang lebih besar dari global.

Dalam hal vaksinasi, akselerasi pendistribusian vaksin Covid-19 di Indonesia hingga 18 April 2021 tercatat sebanyak 16,74 juta dosis sudah disuntikan.

“Dalam hal vaksinasi, Indonesia masuk dalam 10 besar dan 4 besar dunia dalam hal penyuntikan yang dilakukan oleh negara bukan produsen vaksin. Tentu kita melihat bahwa vaksinasi ini merupakan hal yang krusial untuk penanganan masalah ekonomi maupun sosial,” kata Airlangga.

Baca juga ---> Airlangga Hartarto Minta Menkeu Cairkan THR PNS H-10 Lebaran

Pemerintah menilai, hal penting dalam vaksinasi adalah penanganan pada lansia.

"Data menyebutkan, separuh kejadian fatal akibat Covid-19 terjadi pada lansia. Padahal jumlah lansia hanya 12 persen dari total kasus Covid-19," tuturnya.

Menindaklanjuti hal itu, saat ini pemerintah melakukan percepatan vaksinasi untuk kelompok lansia.

Dari sektor ekonomi, indikator ekonomi terus menunjukkan sinyal positif, sejumlah leading indicator ekonomi Indonesia perlahan menunjukkan tren pemulihan ekonomi dan membentuk kurva V-shape.

"Sektor berkontribusi besar terhadap PDB yang mulai pulih adalah industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan. Beberapa sektor masih mampu bertahan dan tumbuh positif, seperti infokom, kesehatan, pertanian, dan jasa pendidikan," pungkas Airlangga. (Tribunnews.com/Yanuar Riezqi Yovanda)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved